Goes Digital ubah kawasan Borobudur makin menggenggam dunia

Ditulis 07 Jan 2017 | 08:14:22
Goes Digital ubah kawasan Borobudur makin menggenggam dunia
Menpar Arief Yahya dan Nuryanto Mbudur (dok)

YOGYAKARTA (IndiTOURIST) – Destinasi wisata Borobudur merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan yang dicanangkan kementerian pariwisata di tahun 2016.   Dusun Jowahan, desa Wanurejo, kecamatan Borobudur adalah satu titik wisata di kawasan Borobudur yang sayang untuk dilewatkan.

Pengembangan potensi wisata di kawasan Borobudur tidak hanya sekedar berkunjung ke sebuah candi warisan nenek moyang kita, namun wisatawan juga bisa tinggal selama mungkin di Homestay, menikmati suasana alam pedesaan yg masih alami, Wisata kerajinan, Wisata  Kuliner,  aneka masakan tradisional borobudur, kunjungan di home industri, Wisata Alam ala Mbudur seperti outbound,Tracking,Camping, Wisata Agro, dan Wisata cagar Budaya dengan berkunjung ke Candi Borobudur,candi Mendut dan Pawon,situs vanuarejan di kampoeng jowahan, serta Wisata kesenian tradisional.

Hutan belantara

Perkenalkan Nuryanto. Seniman “gila” asal Magelang yang sudah cukup lama fokus menjalankan usaha kerajinan yang diproduksi di Yogya, lalu ia membuka usaha tersebut di Bali dan sekaligus tinggal di Pulau Dewata tersebut.  Namun, karena kecintaannya akan Tanah Kelahirannya Magelang, Nuryanto boyongan kembali ke Magelang.  

“Saya tinggalkan Bali, karena saya cinta Tanah Kelahiran saya dan ingin membangun Tanah Kelahiran ini,” kata Nuryanto saat dikunjungi IndoTelko beberapa waktu lalu, sambil menunjukkan hamparan tanah yang sudah berdiri kokoh bangunan dengan model pendopo yang diberi nama Omah Mbudur.

Pada tahun 2007 Nuryanto mulai merintis kehidupannya di kawasan Borobudur.  “Saya mulai dari nol di sini.  Pertama kali saya datang ke sini, hampir semua orang mengatakan saya ini gila.  Membeli tanah ini, membuka hutan dan membangun kawasan ini untuk sekedar kumpul-kumpul para seniman dan masyarakat sekitar,” tambahnya.  “Wah, kalau yang dulu-dulu diceritakan, rasanya sakit hati.  Nikmati saja yang sekarang sudah ada,” kenangnya.

Nuryanto menjelaskan, Omah Mbudur yang pada akhir Desember lalu di resmikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dibuatnya sebagai wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, dan kegiatan lainnya.  Bagi bapak 3 anak ini, kalau tidak ada wadah, mustahil orang bisa maksimal berkreasi.  “Omah Mbudur ini saya bangun untuk semua.  Semua orang bebas menggunakan kawasan ini,’ katanya. 

Dukungan keluarga khususnya istri menjadi penyempurna aktifitasnya.  “Istri saya yang menjadi pengingat langkah saya.  Kapan saya harus begini, kapan saya harus istirahat, kapan saya harus beribadah dan menghadap-Nya,” paparnya.

Desa Wisata

Konsep desa wisatalah yang mengilhami Nuryanto untuk berani “mati” dalam mengembangkan wisata Borobudur.  Selain kerajinan tangan yang kelak menjadi oleh-oleh para wisatawan, Nuryanto juga mengajak masyarakat sekitar untuk ramai-ramai menyediakan kamar dan rumah tinggal untuk para wisatawan. 

“Awalnya sangat sulit dan berat mengedukasi masyarakat sekitar sini.  Namun lama-kelamaan mereka sadar dan melihat potensi kampung halamannya,” kata Nuryanto.  Menurut Nuryanto, Homestay pertama kali yang dibuka adalah milik bibi dan om nya yang juga merupakan warga dusun tersebut.

Dijelaskan Nuryanto, saat ini sudah puluhan homestay berdiri dan bisa dipilih dari berbagai pilihan, dari yang sederhana hingga yang eksklusif.  “Rata-rata setiap homestay atau rumah penduduk menyediakan 2 kamar tidur,” katanya.

Digitalisasi dan modernisasi

Adalah Telkom yang membuat kawasan ini menjadi lebih dikenal dan mendunia.  Pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang digagas Nuryanto kini sudah mampu menyerap lebih dari 50 orang tenaga kerja yang pada awalnya hanya 2 orang.

Nuryanto menegaskan bahwa Telkom adalah perusahaan BUMN yang sangat mendukung dan membantunya dalam mengembangkan wisata ini.  “Bayangkan coba, mana ada perusahaan yang mau rela menyuplai jalur telepon fiber optik masuk ke area ini.  Area ini apa, hanya hutan belantara yang dihuni tidak lebih dari 10 kepala keluarga,” jelasnya.  Menurutnya, kabel Telkom yang ditarik dari kawasan luar tidaklah pendek.  “Coba hitung berapa meter bahkan kilometer kabel yang mesti disiapkan Telkom untuk masuk ke sini,’ ujar Nuryanto.

“Saya sangat berterima kasih sekali dengan Telkom khususnya Bapak Awaluddin –mantan Direktur Telkom- yang sekarang sudah di Angkasa Pura.  Beliau berani menjadikan kawasan ini sebagai desa wisata yang sudah digital,” tambahnya.  “Pak Awal pandai melihat potensi sebuah kawasan,” jelasnya.  Bahkan menurutnya, hingga kini meski Pak Awal tidak lagi di Telkom, ia sering datang dan mampir ke sini usai menyambangi anaknya yang bersekolah di SMU Taruna Nusantara Magelang. “Dulu Pak Awal juga gak segan-segan ikutan membantu membuat kerajinan miniatur candi,” kenangnya.

Jalur fiber optik yang digelar Telkom sepertinya tidak sia-sia.  Wisatawan mancanegara makin mengenal desa wisata ini melalui jalur internet.  “Mereka awalnya melihat dari internet baik blog maupun youtube,” katanya.

Diceritakan Nuryanto, hampir setiap saat wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke sini.  Selain berkelompok, ada juga yang datang bersama keluarga atau pasangannya untuk menikmati keindahan Borobudur dan belajar kerajinan tangan.  “Februari nanti ada keluarga dari Jerman yang sudah mendaftarkan untuk tinggal di sini hingga 10 hari,” jelasnya.  Kata Nuryanto, biaya yang dikeluarkan keluarga tersebut hingga mencapai 300 an juta  rupiah. 

Menurutnya, yang jelas saat ini desa tempat tinggalnya sudah tidak lagi “gelap gulita”, titik-titik hotspot bertebaran di kawasan ini untuk lebih menduniakan wisata Borobudur.  Dan wisatawan pun bisa menikmati aneka suguhan atraksi, edukasi, dan tentunya kesejukan alam yang bukan tidak mungkin tidak ada di tempat lain.  Dan Nuryanto lah yang menyulap hutan menjadi seperti sekarang ini dengan dukungan berbagai pihak termasuk Telkom.  (sg)

Komentar
Photo
Wisata Ancol
25 Jan 2015 | ::
Saat ini, area rekreasi 552 hektar dikenal sebagai Ancol Jakarta Bay City, berisi hotel, cottage, pantai, taman, tempat pasar tradisional, sebuah ...
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved