Komunikasikan 3A, Menpar kunjungi Garuda, Lion dan AP II

Ditulis 05 Feb 2018 | 18:12:22
Komunikasikan 3A, Menpar kunjungi Garuda, Lion dan AP II
Arief Yahya, Menpar (dok)

Jakarta (IndiTOURIST) –Menteri Pariwisata Arief Yahya mengunjungi Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura II untuk mengkomunikasikan segala persoalan yang menyangkut unsur 3A (Authorities – Airports & AirNavigation – Airlines).

Menurut Arief, air connectivity bukan menjadi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Kemenpar yang terkait promosi. “Karena akses udara itu vital dalam mendatangkan wisman, sedangkan otoritas yang menentukan tidak langsung di bawah Kemenpar, maka dibutuhkan komunikasi dengan unsur 3A dalam semangat Indonesia Incorporated sebagai spirit untuk tujuan yang sama membangun pariwisata Indonesia untuk kesejahteraan bangsa,” kata Arief Yahya.

“Kita akan membicarakan program kerja sama untuk mengatasi kekurangan seats tersebut dengan airlines/wholesalers, misalnya, dalam bentuk insentif atau stimulus dengan meningkatkan  rute existing ; membangun rute baru strategis maupun membuka charter flight rute baru,” katanya.

Pada kesempatan itu Menpar menyampaikan fokus pasar utama tahun 2018 dalam rangka meraih 17 juta wisman serta program stimulus/insentif yang disiapkan oleh Kemenpar untuk meningkatkan konektivitas udara dan kecukupan seats capacity.

“Kita ingin mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan konektivitas udara, khususnya rute internasional, untuk mengamankan target 17 juta kunjungan wisman di tahun 2018,” tambah Arief.

Tiga unsur yakni authorities dalam hal ini adalah Kementerian Pehubungan (cq. Dirjen Perhubungan Udara) adalah instansi yang mengatur dan mengendalikan angkutan udara, mulai dari mengatur traffic rights yang dituangkan dalam Air Services Agreement bilateral/multilateral, mengatur aspek keamanan, keselamatan, pelayanan dan operasional; sampai dengan memberikan ijin rute penerbangan kepada pihak airlines.

Unsur Airports & AirNavigation (Angkasa Pura I, II dan Kemenhub) sebagai operator pelayanan kebandaraan yang mengurus di darat. Seats Capacity akan tersedia bilamana ada airlines yang menerbangi rute tertentu.

Sementara airlines hanya bisa membuka rute bilamana tersedia slot-time di bandaranya, baik air-segment maupun ground-segment-nya. Dalam hal ini pengelola bandara dan Air Navigation harus terus didorong untuk memastikan tersedianya slot-time di bandara.

Unsur airlines pada dasarnya yang menentukan adanya seats capacity pada rute tertentu. Airlines mempunyai perhitungan sendiri yang cukup rumit sebelum menentukan akan menerbangi rute tertentu atau tidak. Oleh karena itu, diperlukan dukungan termasuk dengan memberikan insentif atau stimulus diantaranya dengan melakukan joint promotions.  (Kemenpar/ak)

Komentar
Photo
Wisata Ancol
25 Jan 2015 | ::
Saat ini, area rekreasi 552 hektar dikenal sebagai Ancol Jakarta Bay City, berisi hotel, cottage, pantai, taman, tempat pasar tradisional, sebuah ...
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved