Libur panjang, 3M di destinasi wisata harus diperkuat

Ditulis 29 Okt 2020 | 08:01:20
Libur panjang, 3M di destinasi wisata harus diperkuat
3M di bandara (ilustrasi)

Purwokerto (IndiTOURIST) - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Chusmeru mengingatkan pentingnya memperkuat penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak)  di objek wisata untuk mencegah penyebaran COVID-19 pada saat libur panjang akhir Oktober 2020.

"Objek wisata berkemungkinan mengalami lonjakan jumlah pengunjung saat musim libur panjang akhir Oktober 2020 sehingga penerapan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus diperkuat," katanya.

Dia menambahkan bahwa pengelola objek wisata perlu memastikan telah diterapkannya prosedur standar seperti menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan yang berkelanjutan.

"Salah satunya adalah dengan cara menerapkan 3M dan protokol kesehatan yang ketat, pengukuran suhu tubuh perlu dilakukan kepada wisatawan sebelum memasuki objek wisata, mewajibkan wisatawan memakai masker dan mencuci tangan serta mengatur kapasitas jumlah pengunjung guna menghindari kerumunan," katanya.

Dia menambahkan pengelola objek wisata wajib menyediakan tempat cuci tangan dan tempat sampah bagi wisatawan di setiap lokasi strategis serta selalu menjaga objek wisata agar selalu bersih dan lestari.

"Perlu disiagakan petugas yang secara rutin mengawasi penerapan protokol kesehatan wisatawan. Perlu juga pusat informasi yang selalu mengingatkan wisatawan agar selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak dengan wisatawan lain," katanya.

Dia menambahkan hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 mengingat hingga saat ini masih terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif.

"Karena itu perlu dilakukan pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata untuk menghindari kerumunan dan penularan. Yang paling penting diperhatikan oleh pengelola objek wisata adalah bahwa libur panjang ini belum saatnya untuk mengejar target kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi dijadikan sebagai momentum dan upaya pemulihan serta adaptasi," katanya.

Menurut dia, disiplin penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan guna menjaga rasa aman dan nyaman selama berekreasi. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Awal Juni, Borobudur dan Prambanan kembali dibuka
23 May 2020 | 07:47:11
PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional taman wisata candi beserta fasilitasnya pada awal ...
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved