Asperi diminta kumpulkan data pengaruh industri pameran di Tanah Air

Ditulis 14 Apr 2019 | 08:22:31
Asperi diminta kumpulkan data pengaruh industri pameran di Tanah Air
Pameran budaya (ilustrasi)

Jakarta (IndiTOURIST) - Kementerian Pariwisata meminta pengurus Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) yang baru dikukuhkan untuk  mengumpulkan basis data acuan guna mempelajari dampak industri pameran terhadap masyarakat.

Industri pameran masuk dalam industri MICE (Meeting, Incentives, Convention and Exhibition) yang masuk dalam sektor pariwisata.

"Kami harap dari Asperapi, mohon bantu pengembangan database. Database ini penting buat kita, karema data kami walau dari World Tourism Organization juga sudah dua tahun lalu. Real time data Indonesia seperti apa, kami harap data inindari Asperapi," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Menurut Giri, pemerintah mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan dampaknya bisa dinikmati masyarakat lokal sehingga pariwisata di Indonesia bisa tumbuh dengan berbasis komunitas.

Ketua Umum Asperapi Hosea Andreas Runkat mengatakan berdasarkan hasil rapat dengan DPP Asperapi diputuskan bahwa tugas utama pengurus baru asosiasi itu adalah fokus melakukan pendataan.

Pendataan, lanjut Andreas, akan dimulai dengan pembuatan perangkat yang mudah digunakan oleh rekan-rekan industri pameran.

"Selama ini kita tidak punya 'tools' (alat) itu, kita lempar ke teman-teman industri langsung di mana pada saat itu juga tidak ada orang khusus mengurus ini," katanya.

Untuk itu, kali ini pendataan akan dilakukan dengan menggandeng akademisi dari sekolah pariwisata dan universitas dan perguruan tinggi untuk membuat pendataan tersebut.

"Jadi kita melakukan melalui venue yang ada. Hampir semua event kan ada di venue, jadi kita mulai pendataan dari situ dan kemudian mulai hitung. Data yang kita ingin tidak hanya jumlah sekian-sekian tetapi juga dampak ekonomi dari event tersebut ke masyarakat sekitar," katanya.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi industri karena bisa dijadikan pedoman untuk Kementerian Pariwisata memberikan dukungan materil.

"Ini memang butuh waktu tapi saja janji sebelum akhir era saya bisa sudah selesai. Kalau perlu tahun depan kita sudah bisa mendapatkan data 2018," pungkasnya. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
bandara radin inten II, wisata lampung, pantai kiluan, way kambas
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved