Bandara baru masuk revisi perda DIY

Ditulis 02 Aug 2019 | 08:37:19
Bandara baru masuk revisi perda DIY
Maskapai di Bandara

Kulon Progo (IndiTOURIST) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2019 akan merevisi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Ripparda) antara lain dengan memasukkan bandara baru di daerah itu.

"Alasan direviewnya Perda Ripparda Kulon Progo karena belum mengakomodasi adanya Bandara Internasional Yogyakarta dan KSPN Borobudur," kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo Sari Wulandari beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan saat ini, pihaknya sedang menyiapkan materi revisi Perda Ripparda, supaya dalam waktu dekat segera diserahkan ke DPRD Kulon Progo untuk dibahas.

Revisi perda ini sangat mendesak untuk percepatan pengembangan sektor pariwisata atau industri pariwisata di Kulon Progo.

"Ke depan, adanya pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta dan KSPN Borobudur, Kulon Progo menjadi jalur emas, sehingga potensi wisata yang ada harus segera dibenahi dan ditata," katanya.

Sari mengatakan Perda Ripparda Kulon Progo mengatur penataan kawasan pariwisata di Kulon Progo menjadi tiga kawasan, yaitu Sermo-Kalibiru, Nglinggo-Tritis dan Suroloyo-Sendangsono.

"Kawasan Nglinggo-Tritis diproyeksikan sebagai sumber pendapatan daerah karena sebagai penyangga KSPN Borobudur," katanya.

Lebih lanjut, Sari mengatakan Pemkab Kulon Progo senantiasa mendorong peran serta masyarakat untuk membentuk desa wisata sesuai ciri khas masing-masing dan memfasilitasi pendampingan kepada masyarakat calon pengelola desa wisata.

"Saat ini, di Kulon Progo sudah tumbuh desa wisata, hanya saja masih perlu promosi dan pemantapan potensi lokal supaya lebih ditonjolkan," katanya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo Hamam Cahyadi mendesak pemerintah setempat menyusun rencana "detail engineering design" objek wisata dan desa wisata menyambut pengembangan Kawasan Strategis Pembangunan Nasional Borobudur, Jawa Tengah.

Hamam mengatakan Pemkab Kulon Progo harus belajar pengembangan pariwisata dan desa wisata dari Kabupaten Megelang (Jawa Tengah) yang telah memiliki 90 destinasi wisata dan 33 desa wisata dengan keunikan masing-masing.

Menurut Hamam, Pemkab Magelang telah menyiapkan strategi menyedot wisatawan dengan adanya pembangunan KSPN Borobudur dan Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo.

"Kita perlu belajar dengan Magelang. KSPN Borobudur disambut betul dengan perencanaan yang matang, yakni pembuatan rencana DED wisata," kata Hamam. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved