CTM meski kecil, bakal berkembang pesat

Ditulis 19 Okt 2018 | 08:40:11
CTM meski kecil, bakal berkembang pesat
Ticketing Borobudur (dok)

Phnom Penh (IndiTOURIST)  - Kementerian Pariwisata menilai pameran paket dan destinasi wisata Kamboja Travel Mart (CTM) masih kecil skalanya namun diyakini akan berkembang pesat. 

"Kalau dari kementerian sendiri memang belum kepikir untuk ikut,  karena memang skalanya masih sangat kecil," kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Masruroh minggu lalu.

Ia menyebutkan penyelenggaran CTM 2018 merupakan tahun kedua yang pesertanya juga masih sedikit.  "Peserta yang international booth baru ada Taiwan, Thailand dan Korea," katanya. 

Menurut Masruroh, meskipun masih kecil namun ada perwakilan Indonesia di pameran tersebut oleh KBRI Phnom Penh.

"KBRI bikin booth dan kita bawa seller,  tapi kalau partisipasi langsung dari Indonesia kayaknya investasinya masih terlalu besar deh," katanya.  

Ia mengaku tidak mengetahui bagaimana kondisi pada penyelenggaraan tahun ketiga atau 2019 nanti. 

"Nggak tahu kalau nanti tahun ketiga, tapi saya yakin CTM akan besar karena yang bikin itu media yang besar di Asia Pasifik, yang juga pegang ATF,  ITB Asia,  juga beberapa event travel show lainnya, dan punya kontak dengan travel agent yang bagus," lainnya. 

Ia menyebutkan ke depan pemerintah akan mempertimbangkan partisipasi langsung dari kemenpar. "Kalau sekarang masih dari embassy," katanya. 

Wisata Halal  

Sementara itu mengenai pengembangan wisata halal,  Masruroh mengatakan sebenarnya  sudah menerapkan konsep halal namun pasar menuntut logo.

"Pasar muslim dunia itu sangat peduli terhadap cap,  sertifikat,  makanya kita juga kerja sama dengan MUI untuk standarisasi halal, itu sebenarnya hanya untuk market,  sudah halal sih tapi market biar benar-benar percaya kalau itu halal," katanya.  

Ia menyebutkan kalau produsen sendiri yang melakukan sertifikasi halal maka urusannya akan lain. 

Menurut dia, Kamboja yang mulai mengembangkan wisata muslim juga memperhatikan sertifikasi halal itu. 

"Mereka ingin orang Indonesia, Malaysia datang ke sini, makanya perlu sertifikasi bahwa makanannya itu halal," katanya.   (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
menpar arief yahya, menteri pariwisata, arief yahya, kunjungan wisman, target wisman, TIK dan pariwisata
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved