Dukung target 17 juta wisman, AP I tambah 2 juta seat

Ditulis 13 Feb 2018 | 05:09:22
Dukung target 17 juta wisman, AP I tambah 2 juta seat
Turis Asing di Bandara Ngurah Rai (dok)

Jakarta  (IndiTOURIST) – Dalam rangka membuktikan komitmennya mendukung pariwisata Indonesia, PT Angkasa Pura I menambah 2 juta seat capacity penerbangan.  Hal ini guna mewujudkan target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini. 

Menurut Direktur utama Angkasa Pura I Faik Fahmi,  untuk memenuhi target 17 juta wisman di 2018, perlu pertumbuhan Year on Year (YoY) minimal 22%. “Tidak bisa mengandalkan bandara selain Ngurah Rai Denpasar (DPS) dan Soekarno-Hatta Cengkareng (CGK), karena kontribusinya hanya 10%. Makanya pintu masuk bandara DPS diharapkan bisa tumbuh lebih dari 22%,” katanya.

Keberadaan Bandara Ngurah Rai pun dibidik untuk dikembangkan. Caranya mengarah ke tambahan slot untuk penambahan frekuensi maupun rute baru. “Jumlah internasional seats capacity baru yang harus dibangun di Bandara Ngurah Rai tahun 2018, minimal 600.000 seats, atau setara dengan penambahan 5 WB (Wide Body) daily + 5 NB (Narrow Body) daily,” jelasnya.

Dikatakan Faik, Planning pengembangannya pun sudah ada. Mulai September 2018, pergerakan pesawat per jam di Bandara Ngurah Rai Bali akan ditingkatkan menjadi 33 kali.  Selain itu perlu peningkatan pula trafik internasional di Bandara Sam Ratulangi Manado, Lombok Internatioal Airport, dan Adi Sutjipto Jogja. Ketiganya juga tumbuh cukup tinggi di 2017. Oleh karena itu, kapasitas di tiga bandara ini akan segera diantisipasi agar bisa tetap tumbuh.

“Airlines memerlukan stimulus untuk mengembangkan network-nya, maka dari itu AP I berharap bisa mendukung paket insentif bersama untuk mendorong pengembangan rute airlines,” tuturnya.

Angkasa Pura I juga menyiapkan berbagai insentif seperti diskon landing fee hingga 100% untuk new routes/flights, free material promo for airport, dan incentives for pax growth.

Pun perlunya pendirian Tourist Information Center (TIC) yang standar di setiap bandara. Untuk hal ini, AP I akan ikut mengembangkan TIC sesuai prototype di T3 bandara Soekarno-Hatta.

Diperkirakan tahun ini ada jutaan calon wisman yang melakukan kunjungan Incentive Tour dari Pemerintah China melalui Charter EBTC (Korpri nya China). Karena itu, perlu extra-effort untuk menyiapkan slot bagi charter EBTC, di luar tambahan slot yang baru. Unutilized Slot yang diblok Airlines akan dihilangkan. Operating hours bandara juga akan diperpanjang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, kapasitas seat sebanyak 19,5 juta yang disediakan maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing, hanya cukup untuk memenuhi target kunjungan 12 juta wisman pada 2016. Sedangkan untuk target 15 juta wisman tahun 2017, dibutuhan tambahan 4 juta seat.

Sedangkan untuk mencapai target sebanyak 17 juta wisman di 2018, tambahan 3,5 juta seat sangat dibutuhkan. Artinya, Indonesia butuh tambahan kapasitas menjadi 7,5 juta seat. Untuk 2019, angkanya dipastikan akan bertambah lagi. Jumlah riilnya adalah tambahan 3 juta seat, atau total dibutuhkan 10,5 juta seat lagi. (sg)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved