Festival Anyer Ceria, awal kembalinya pariwisata Anyer

Ditulis 07 Mar 2019 | 07:33:17
Festival Anyer Ceria, awal kembalinya pariwisata Anyer
Tol Merak (dok)

Serang, Banten  (IndiTOURIST) - Kepala Bidang Pemasaran Area DKI Jakarta-Banten Kementerian Pariwisata, Ni Komang Ayu Astiti menyatakan penyelenggaraan "Festival Anyer Ceria" merupakan bukti bahwa Anyer aman dikunjungi untuk wisata.

"Ya saya rasa sekarang ini saatnya menyatakan bahwa Anyer aman untuk dikunjungi yah, bukan bangkit lagi kalau bangkit kapan kita akan jalannya. ini juga terlhat dari event-event yang kita gelar terus menunjukkan peningkatan kunjungan cukup baik, yang kita harapkan juga terjadi di wilayah terdampak. Kita berani nyatakan Anyer aman dikunjungi karena memang Anyer tidak terkena tsunami," Kata Komang.

Menurut dia, Kemenpar akan terus mendorong upaya pemulihan kawasan wisata Pantai Anyer bangkit dari keterpurukan pascatsunami Selat Sunda yang melanda wilayah Banten beberapa waktu lalu.

Kemenpar juga telah mengagendakan berbagai macam kegiatan yang telah dijadwalkan sepanjang tahun ini dalam rangka mengembalikan kepercayaan wisatawan baik lokal, luar daerah hingga mancanegara, bahwa pantai anyer yang tak terkena tsunami aman dikunjungi.

Sementara itu General Manager Hotel Marbella Anyer, Ririt Wiriyanto mengatakan Festival Anyer Ceria yang menampilkan hiburan termasuk seni tradisional debus banten juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan yang akan berlibur maupun sekedar berkunjung.

Festival yang diselenggarakan oleh pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Wilayah Kabupaten Serang ini dipastikan akan terus berjalan.

"Ini bagian ikrar kebangkitan, Festival Anyer Ceria itu penegasan bahwa kawasan anyer itu sudah aman normal, kita siap nerima tamu. kenapa Anyer Ceria karena yang terkenal Anyer. Kemarin saat terkena musibah juga yang disebut Anyer walaupun yang terkena Cinangka, Carita, Labuan dan Tanjung Lesung karena Anyer itu ikon," katanya.

Ia mengatakan saat ini tamu mulai berdatangan dan peningkatannya cukup signifikan. Bahkan sekarang sudah sekitar 15 persen peningkatannya dibanding pascamusibah kemarin.

"Makanya kami akan terus agendakan ada atraksi-atraksi supaya orang mau datang ke Anyer, apalagi Anyer itu memang sudah dikenal kami berharap ini bisa membawa Anyer dikenal dua kali lipat lebih banyak," katanya.

Pihaknya berharap tingkat kunjungan wisatawan akan terus membaik dan kembali normal, sehingga "tsunami ekonomi" yang dikhawatirkan tidak terjadi.

"Walaupun Anyer tidak terkena tsunami, yang kami khawatirkan adalah tsunami ekonomi karena itu yang paling berbahaya bagi kehidupan kami warga sekitar, pengusaha hotel dan restoran yang bertumpu pada sektor wisata, untuk itu kami akan terus bekerja keras tentunya dengan dukungan pemerintah supaya semuanya bisa kembali normal," tegasnya.

Pendapat senada juga disampaikan Hamdani, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Serang. Menurut dia, untuk menyosialisasikan bahwa Anyer sudah aman dikunjungi, nantinya selain akan ada event-event yang banyak diadakan di wilayah Anyer, pemerintah daerah juga akan menggelar MTQ dan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) yang dipusatkan antara Anyer dan Cinangka.

"Cinangka dan Anyer ini sudah aman dikunjungi baik wisatawan lokal maupun nasional. tidak hanya event-event, pemda diantaranya akan mengadakan MTQ yang pesertanya mencapai 5.000 orang, agenda khusus AKCF juga akan kami adakan untuk membangkitkan kawasan wisata yang sempat lumpuh," jelasnya. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Wisata Sumbar, Wisata Padang, Pulau Pasumpahan, Wisata Malinkundang, Padang tourism, Pasumpahan beach
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved