Jelajah dua hari ke Museum bersejarah di Surabaya

Ditulis 26 Apr 2019 | 07:21:11
Jelajah dua hari ke Museum bersejarah di Surabaya
Museum 10 Nopember

SURABAYA (IndiTOURIST) – Berwisata ke Surabaya, banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang layak untuk di kunjungi.  Selain monumen-monumen sebagai saksi sejarah, Surabaya juga memiliki kawasan museum-museum yang sayang untuk dilewatkan.

Destinasi wisata museum setali tiga uang dengan wisata monumen. Di museum-museum di Surabaya, terdapat bukti-bukti dan peninggalan sejarah perang kemerdekaan dan juga sejarah Indonesia lainnya.

Ada lima titik sejarah yang bisa dikunjungi.  Sebut saja Masjid Laksamana Cheng Ho, Jembatan Merah dan Taman Sejarah, Museum dan Makan WR Supratman, Museum Siola, dan Museum 10 Nopember. Kelimanya kami kunjungi dalam waktu dua hari. 

Masjid Laksamana Cheng Ho

Destinasi ini memang bukan museum.  Namun bisa disetarakan dengan museum lantaran menyimpan sejarah perjuangan syiar Islam Laksamana Cheng Ho di Surabaya.  Masjid yang terletak di jalan Gading, kawasan Genteng Surabaya ini sangat kental dengan nuansa Tionghoa.  Didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. 

Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini pada 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002 dan diresmikan pada 13 Oktober 2002.

Penampakan bangunan Masjid Cheng Ho, atau Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya ini menyerupai kelenteng dan didominasi warna merah, hijau, dan kuning.  Memiliki ornamen kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. 

Bagian kiri angunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid. Selain Surabaya, di Palembang juga telah ada masjid serupa dengan nama Masjid Cheng Ho Palembang atau Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang dan di Banyuwangi dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.

Pengunjung dan wisatawan baikl lokal dan mancanegara yang datang ke sini selain menyempatkan sholat, juga menikmati keindahan masjid ini.  Ber-swa foto lalu menguploadnya ke sosial media. Dukungan akses data Smartfren sangat bisa diandalkan di kawasan ini.  Kecepatan unduhnya di kawasan ini cukup baik.    Hasil uji coba kecepatan unduh Smartfren mencapai angka 16,6 Mbps dan 16,7 Mbps.  

Jembatan Merah & Taman Sejarah

Kala pertama kali berkunjung ke kawasan ini, terasa kita di bawa ke dalam kenangan perjuangan para pahlawan kita kala perang 10 November Surabaya.  

Letaknya persis di tengah kota Surabaya, tepatnya di Jl. Kembang Jepun Surabaya.  Secara fisik tidak ada yang istimewa dari jembatan ini.  

Pada masa VOC berkuasa, jembatan ini merupakan bagian vital yang melewati Kalimas menuju Gedung Keresidenan Surabaya atau Internationale Crediet en Verening Rotterdam dan lebih dikenal dengan sebutan Gedung Internatio.

Jembatan Merah yang dibangun beratus-ratus tahun yang lalu, merupakan jembatan kayu dan dibuat atas kesepakatan Pakubowono II dari Mataram dengan VOC tahun 11 November 1743. Dalam perjanjian disebutkan bahwa beberapa daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan ke VOC, termasuk Surabaya yang berada di bawah kolonialisme Belanda.

Terjadi perombakan dan perubahan jembatan ini secara fisik pada tahun 1890-an, ketika pagar pembatasnya dengan sungai diubah dari kayu menjadi besi. Kini kondisi jembatan yang menghubungkan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun di sisi utara Surabaya itu, hampir sama persis dengan jembatan lainnya. 

Di kawasan Jembatan Merah dibangun pula taman bersejarah oleh pemerintahan walikota  Surabaya Tri Rismaharini alias Risma.  Pengunjung bisa ber swa foto dan nge vlog dengan suasana keindahan taman lalu menguploadnya ke sosial media.  Atau sekedar leyeh-leyeh sambil mendengarkan musik dan menonton video streaming di youtube.

Dukungan akses 4G Smartfren sangat baik di sini.  Kekuatan akses Smartfren sangat moncer dan sangat bisa diandalkan.  Tak tanggung-tanggung, speed upload maupun download, kesemuanya sangat baik. 

Beberapa kali kami melakukan uji coba akses Smatfren di sini, kami menarik dua hasil tertinggi dari proses uji tersebut. Keduanya menunjukkan akses data unduh Smartfren mencapai angka 7,17 Mbps dan 39,3 Mbps.  Sementara kecepatan uploadnya di angka 6,98 Mbps dan 59,1 Mbps. 

Museum dan Makam WR Supratman

Berkunjung ke Surabaya, sayang rasanya kalau tidak menyempatkan mampir dan berziarah ke makam WR Supratman, sang pengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya?

Hampir setiap upacara dan acara-acara resmi kenegaraan, lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.  WR. Supratman wafat jauh sebelum kemerdekaan diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.  Ini sekelumit informasi menarik yang hanya sedikit orang yang mengetahui. Ada rasa kekuatan nasionalisme yang bertambah kala berkunjung ke museum dan makam WR Supratman ini.  

Akses data Smartfren juga bisa diandalkan di destinasi wisata satu ini.  Hasil beberapa kali pengujian akses data Smartfren menunjukkan hasil di atas rata-rata. Dua akses unduh tertinggi dari beberapa kali pengujian yang dilakukan, tercatat kecepatan unduh Smartfren ada di angka 10,1 Mbps dan 6,32 Mbps.  Sedangkan uploadnya tergolong tinggi di angka 63,3 Mbps dan 5,18 Mbps.

Museum Siola

Tiba di hari kedua kami berada di kota ini.  Kunjungan kami lanjutkan ke museum Siola. Tepatnya museum Surabaya. Terletak di kawasan Jalan Tunjungan persis di depan Tunjungan Plaza. Selain museum, di sini juga menjadi pusat layanan satu pintu bagi pemerintahan kota Surabaya.

Di dalam museum ini terdapat benda-benda bersejarah terkait sejarah kota Surabaya termasuk sejarah para walikota yang pernah menjabat di kota ini.  

Sebelum berkeliling kota Surabaya, barangkali memilih berkunjung ke Siola satu pilihan yang tepat.  Pahami sejarahnya, baru berkeliing ke titik wisata lainnya.

Bicara akses data, di kawasan museum Siola dan pusat layanan publik Surabaya ini, akses data Smartfren tergolong baik.  Angka maksimal yang didapat dalam pengujian ada di 6,61 kala menggunakan aplikasi SpeedTest.

Lain halnya kala menggunakan aplikasi uji nPerf. Kecepatan unduh Smartfren di dua pengujian teratas adalah 28,26 Mbps dan 49,61 Mbps. Skor akhir keduanya terdiri dari 46230 points dan 64187 points.

Museum 10 Nopember

Masih terkait museum sebagai destinasi wisata. Barangkali destinasi satu ini bisa dikaitkan dengan destinasi wisata Jembatan Merah. Namanya Museum 10 November. Di museum ini menyimpan berbagai saksi sejarah perjuangan pahlawan kita pada pertempuran 10 November.

Kalau kita berkunjung ke dalam museum ini, banyak sekali miniatur yang membawa pengunjung untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan kala melawan penjajah.  Di dalamnya juga kita bisa menonton film  dokumenter yang bercerita tentang hal yang sama.

Di area museum 10 November dan Tugu Pahlawan ini, akses data Smartfren sangat menyenangkan.  Dalam arti sinyalnya magrong-magrong dan sangat bisa diandalkan.  So tunggu apalagi, jangan lupa kalau berkunjung ke Surabaya, datang ke museum-museum dan berbekal Smartfren. (Sg) 

Pengujian jaringan dalam video :

 

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Wisata Lampung, Pasir Putih, Wisata Serambi Sumatera
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved