Jumlah penumpang di Bandara Minangkabau anjlok hingga 20%

Ditulis 18 May 2019 | 08:47:11
Jumlah penumpang di Bandara Minangkabau anjlok hingga 20%
Bandara Minangkabau

Padang Pariaman, Sumbar (IndiTOURIST) - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengungkapkan kenaikan tiket pesawat sejak awal 2019 menyebabkan penumpang pesawat udara berkurang 20 persen.

"Rata-rata pergerakan penumpang per hari pada tahun lalu mencapai 11.000 orang dengan 84 penerbangan per hari, saat ini hingga April jumlah penumpang paling banyak hanya sekitar 7.000 hingga 8.000 per hari," kata Executive General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda Wicaksana.

Menurut dia, tidak hanya berdampak pada penurunan jumlah penumpang, kenaikan tiket pesawat juga menyebabkan pendapatan bandara turun sekitar 25 persen dari target yang dicanangkan oleh korporasi.

"Penurunan angka pergerakan tersebut jelas berpengaruh besar terhadap pendapatan Bandara Internasional Minangkabau secara umum," ujarnya.

Menyikapi hal ini, PT Angkasa Pura II sudah melakukan berbagai upaya mulai dari sisi maskapai maupun bersama regulator akan tetapi kenyataannya tidak mudah untuk menghadapi keadaan seperti ini.

Sementara memasuki Mei 2019 yang bertepatan dengan awal Ramadhan 1440 Hijriah sebagaimana kebiasaan pada tahun sebelumnya pada dua minggu pertama merupakan musim sepi penumpang, sehingga pergerakan penumpang semakin jauh turun ke angka 4.000 orang per hari.

Untuk rute internasional, sebenarnya cukup terbantu dengan tiga penerbangan regular dengan tingkat keterisian penumpang cukup baik dan adanya beberapa penerbangan khusus umrah, kata Dwi Ananda.

Ia berharap pada mudik Lebaran tahun ini jumlah penerbangan akan kembali normal sebagaimana tahun lalu sehingga dapat membantu pencapaian pendapatan Bandara Internasional Minangkabau.

Sebelumnya sejumlah pemilik usaha makanan dan minuman, pengemudi taksi, angkutan bus, dan kereta  di Bandara Internasional Minangkabau merasakan imbas kenaikan harga tiket pesawat ditandai dengan sepinya pembeli dan penumpang.

Salah seorang pengelola Rumah Makan Padang di Bandara Minangkabau Risa, misalnya, mengaku sebelumnya ia bisa mengantongi omzet hingga Rp7 juta per hari, namun sejak Januari bisa mengantongi Rp3 juta per hari saja ia sudah syukur. (ak/Ant)

Komentar
Smartfren 2019
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved