Wisata Kerajinan Besi Putih Morotai

Kerajinan Besi Putih Morotai, Hadir Sejak Perang Dunia II

Ditulis 16 Jan 2015 | 17:25:36
Kerajinan Besi Putih Morotai, Hadir Sejak Perang Dunia II
Hasil Kerajinan Besi Putih
Sejarah

Desa Daruba, Morotai, Maluku Utara, adalah sentra kerajinan besi putih yang sangat terkenal di kepulauan Maluku, bahkan hingga seantero Nusantara. Asal muasal kerajinan sendiri ini dapat ditelusuri ketika perang dunia II.

Karena letaknya yang strategis, Jepang dan Amerika Serikat membuat pangkalan militer di wilayah ini. Morotai merupakan pusat pangkalan tentara Jepang pada perang dunia II, lalu direbut Sekutu. Saat perang berakhir, para tentara membuang perlengkapan senjata ke lautan Morotai. Ada pula yang dikubur di dalam tanah dan dibiarkan begitu saja. Di sana banyak sekali tersisa bangkai pesawat, kapal laut, dan berbagai macam peralatan perang. Rongsokan pesawat terbang maupun kapal laut itulah yang disebut besi putih anti karat kini menjadi sumber nafkah penduduknya.

Pada tahun 1981 baru ada 63 perajin. Setelah itu usaha besi putih berkembang dan terbentuk unit-unit kelompok. Kini ada ratusan perajin yang terdiri dari 40 rumah tangga dan 3 usaha berskala besar.

Produk Andalan

Keunggulan besi putih adalah ia lebih awet dan tidak akan karatan. Cincin besi putih, kalung besi putih, gelang besi putih, anting besi putih, dan bando besi putih merupakan top seller dari Morotai. Ingin yang lebih unik? pedang Samurai dari Besi Putih walaupun harganya sangat mahal juga diminati oleh konsumen dari dalam maupun luar negeri.

Sarung dan gagang samurai menggunakan kayu hitam eboni asli Morotai. Dengan sejarah dibalik bahan baku utama besi putih, tentu saja sang pedang memiliki kesan eksotis juga historis.

Lokasi dan Akses

Sayangnya akses langsung menuju Morotai masih terbatas.Sebuah maskapai penerbangan nasional sudah memulai proyek komersial tersebut dengan melakukan penerbangan perintis di tahun 2010. Hanya saja, penerbangan perintis tersebut belum memiliki jadwal tetap dan rutin.

Biasanya orang mengunjungi Morotai melalui pelabuhan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Selain itu ada pula alternatif Ternate menuju Morotai melalui jalur laut. Namun waktu tempuh menggunakan kapal tentu saja jauh lebih lama. Jadwal kapal pun hanya 1-2 kali dalam seminggu.

Harga

Kerajinan berbagai bentuk perhiasan seperti kalung, gelang dan cincin dijual mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp150 ribu per satuannya tergantung ukuran dan model. Sedangkan pedang samurai bisa mencapai harga 20 Juta Rupiah.

Dukungan Pihak Ketiga

Pemerintah daerah telah memberikan berbagai bimbingan usaha. Namun, pengrajin mengeluhkan mereka belum diberi bimbingan dalam memasarkan produk mereka. Padahal, saat ini yang diperlukan pihak pengerajin adalah pemasaran yang bagus,. Masalah lainnya adalah binaan mengenai pajak.

Beberapa Produksi Besi Putih dalam foto : http://www.indowisata.co/photo/kerajinan-besi-putih-morotai-hadir-sejak-perang-dunia-ii.html

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Wisata Morotai, Wisata Maluku
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved