Kuliner tradisional salah satu destinasi wisata di Sampit

Ditulis 17 Jan 2018 | 07:21:44
Kuliner tradisional salah satu destinasi wisata di Sampit
Tugu Ikan Jelawat (dok)

Sampit, Kalteng (IndiTOURIST) - Usaha kuliner dengan konsep tradisional, cukup diminati masyarakat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, sehingga menjadi ide bermunculannya rumah makan yang mengusung konsep tradisional.

"Pengamatan kami, konsep tradisional cukup diminati masyarakat. Sejauh ini alhamdulillah respons masyarakat cukup bagus," kata koordinator pengelola rumah makan Dapoer Bahari, Fauzan Aprilianor.

Saat ini cukup banyak rumah makan di Sampit yang mengusung konsep tradisional. Nuansa tradisional ditampilkan melalui bentuk bangunan terbuat dari kayu beratap daun, dipadu dengan berbagai pernak-pernik yang makin menguatkan nuasa tradisional.

Di bantaran Sungai Mentaya Kecamatan Baamang, setidaknya ada empat rumah makan berkonsep tradisional, yakni rumah makan Kampung Ulin, D`layar, Batu Mandi dan Jelodong. Di lokasi lainnya, ada rumah makan Bambu Kuning, Mentaya dan lainnya.

Dapoer Bahari adalah rumah makan berkonsep tradisional yang baru dibuka. Rumah makan yang terletak di Jalan Pemuda itu dikelola bersama oleh sembilan pemuda yang tertarik berbisnis kuliner, sekaligus memberikan peluang kepada pelaku usaha kecil lainnya yang ingin membuka usaha kuliner.

Ada 14 los kedai yang mereka siapkan. Sebanyak sembilan los kedai digunakan para pengelola dengan jenis usaha kuliner masing-masing, sedangkan sisanya disewakan kepada pelaku usaha lainnya.

Desain rumah makan ini cukup unik. Selain menguatkan kesan tradisional, pengelola juga membawa pesan moral dan dakwah melalui tulisan kalimat-kalimat nasihat dan motivasi yang ditulis di dinding balai-balai tempat makan.

Pembeli yang datang tidak hanya kalangan remaja, tetapi rombongan keluarga dan komunitas. Mereka cukup terhibur dengan kalimat-kalimat positif yang terpampang di dinding balai-balai tempat mereka menyanyap makanan.

"Pengamatan kami, konsumen di Kotawaringin Timur selain mengutamakan rasa, juga memperhatikan masalah harga. Makanya makanan di tempat kami ini harganya lebih murah dibanding tempat lain. Untung kami akhirnya memang tidak terlalu banyak, tapi berkelanjutan," kata Fauzan.

Bermunculannya rumah makan di Sampit disambut positif masyarakat dan pemerintah daerah. Ini sejalan dengan tekad pemerintah daerah menjadikan Sampit sebagai kota tujuan wisata di Kalimantan Tengah. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Waspada dan Jaga Keluarga Saat Liburan Lebaran
28 Jun 2017 | 07:21:33
Pengelola Taman Impian Jaya Ancol mengimbau masyarakat yang mengunjungi area rekreasi itu untuk saling menjaga anggota keluarganya agar tidak ...
Wisata Buat Manula 05 Aug 2016 | 01:19:01
Back to top
Must Read
Istana Kuning
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved