Wisata Maluku Utara

Maluku Utara Butuh Dana 100 Miliar untuk Benahi Sektor Pariwisata

Ditulis 28 Jan 2015 | 09:04:47
Maluku Utara Butuh Dana 100 Miliar untuk Benahi Sektor Pariwisata
Salah Satu Wisata Budaya Maluku (foto : dok)

Pembenahan ini dilakukan guna meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

 

Maluku (indiTOURIST) - Provinsi Maluku Utara membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar untuk membenahi sektor pariwisata yang tersebar di wilayahnya.  Pembenahan ini dilakukan guna meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.  Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Asrul Sani Soleman.

Asrul mencontohkan pariwisata Ake Sahu.  Menurutnya, sesuai Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) di Aksehu Kelurahan Tosa sudah dirampungkan oleh Disbudpar, apalagi Ripparda tersebut akan menjadi acuan pengembangan pariwisata Ake Sahu, tinggal menunggu peraturan wali kota.  "Dana yang dibutuhkan berkisar Rp 19 miliar, setelah itu kita serahkan kepada pihak ketiga (investor) untuk membangun pariwisata Ake Sahu," jelasnya.

Dikatakannya, untuk penyusunan Ripparda termasuk pariwisata Rum seluas 7 hektar disertai Desa Maitara. Ripparda tersebut menjadi rujukan mempromposikan sektor pariwisata kepada investor.  Menurut Asrul, pengembangan pariwisata saat ini tinggal menunggu diperdakan tata ruang tahun 2015, setalah itu pihaknya mulai bergerak dan harapannya, program ini mendapat dukungan dari DPRD.

Sementara itu, Kepala Bidang  (Kabid) Promosi dan Pemasaran Disparbud Kabupaten Pulau Morotai, Arafik A. Rahman mengatakan, saat ini pihanya masih fokus pada pembenahan wisata Pulau Dodola, setelah itu, barulah dilakukan pembenahan sama disejumlah tempat wisata lainnya. 

Ia mengakui, saat ini pihaknya masih terkendala dengan sejumlah asset wisata dalam wilayah Pulau Morotai termasuk Pulau Dodola yang secara sah masih milik Pemerintah Provinsi Malut, misalnya aset bangunan Kotes, sehingga Pemprov Malut diharapkan segera menyerahkan aset tersebut ke Pemda Morotai.  "Kami berharap Pemprov Malut secepatnya merealisasikan janjinya itu dan Pemprov Malut, agar segera menyerahkan seluruh aset Sail Morotai itu, karena ini demi kepentingan publik Morotai, dalam rangka meningkatkan potensi wisata di Morotai," tambahnya. (RR/ Antara)
 

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Awal Juni, Borobudur dan Prambanan kembali dibuka
23 May 2020 | 07:47:11
PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional taman wisata candi beserta fasilitasnya pada awal ...
Back to top
Must Read
Wisata Morotai, Wisata Maluku
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved