Candi di Riau

Muara Takus, Satu-satunya Candi di Riau

Ditulis 29 Dec 2014 | 15:56:59
Muara Takus, Satu-satunya Candi di Riau
Tampak Candi Muara Takus Secara Keseluruhan
Latar Belakang dan Sejarah

Tidak hanya rumah ibadah klasik atau tugu, Riau juga memiliki sebuah candi yang menjadi bukti sejarah perkembangan agama tersebut diprovinsi Riau, dan diperkirakan telah ada sejak masa keemasan Kerajaan Sriwijaya serta banyak dikunjungi wisatawan.

Candi Muara Takus adalah candi Buddha yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Pekan Baru, Riau. Candi ini merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau, dan pada 2009 sempat dicalonkan menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Candi Budha ini tetap menimbulkan teka-teki bagi arkeolog mengenai kapan candi ini benar-benar dibangun,  mereka memperkirakan dibangun pada abad ke 2, 4 , 7 atau 9. Candi ini ditemukan oleh Yzerman pada tahun 1893, ketika ia berkelana di hutan-hutan Sumatera. Ia tertegun ketika melihat sebuah gundukan tembok yang berlapis-lapis.

Pada tahun 1935, seorang arkeolog berkebangsaan Belanda, Dr. F.M. Schnitger datang dan meneliti candi ini.   Saat itu, ia sempat heran melihat kedatangan segerombolan gajah ke candi tersebut pada malam bulan purnama, seperti hendak berziarah.  Ada yang menghubungkan kejadian ini dengan aspek mistik. Tapi sebenarnya, ini tak lebih dari kenyataan bahwa posisi candi Muara Takus memang berada di daerah lintasan dan permainan gajah.

Daya Tarik

Candi Muara Takus merupakan satu-satunya situs peninggalan sejarah berbentuk candi di Riau. Candi Budhis ini merupakan bukti historis bahwa agama Budha pernah berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam.

Stupa merupakan ciri utama bangunan suci umat Budha. Arsitektur stupa di Candi Muara Takus ini sangat unik dengan ornamen sebuah roda dan kepala singa. Bentuk stupa memiliki kesamaan dengan stupa Budha di Myanmar,  Vietnam, Sri Lanka atau stupa kuno di India pada periode Asoka.

Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, serta Palangka. Bahan dasar bangunan candi terdiri dari batu pasir, batu sungai, dan batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi.

Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara berantai dari tangan ke tangan. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi ini dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat sekitar.

Transportasi

Candi Muara Takus dapat dikunjungi dengan perjalanan darat kurang lebih 3 jam dari Pekan Baru, Riau. Letaknya yang juga di tepi sungai Kampar Kanan dapat dicapai dengan mudah dari jalan lintas Riau – Sumatera Barat yang hanya berjarak sekitar 20 km.

Akomodasi

Area candi ada beberapa penginapan atau hotel.

Tips

Tidak perlu khawatir kalau anda jika ingin berlibur di Candi Muara Takus, karena diarea candi sudah banyak terdapat rumah makan, kios penjual makanan ringan, dan kios souvenir.

Sisi lain Muara Takus dalam lensa kamera :

http://www.indowisata.co/photo/read/muara-takus-satu-satunya-candi-di-riau.html

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Kapal Yacht, Wisatawan Mancanegara
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved