Pelaku parekraf harus kreatif

Ditulis 27 Mar 2021 | 08:10:21
Pelaku parekraf harus kreatif

Jakarta (IndiTOURIST) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya pengembangan kreativitas pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memajukan sektor ini di Indonesia.

Dalam webinar G-CINC Creative Year 2021: Our Roots, Our People, Our Culture di Jakarta, Kamis, Sandiaga mengatakan sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kreativitas tinggi.

Hal ini terbukti dari berbagai inovasi yang dilakukan oleh leluhur Indonesia dalam hal budi daya padi yang pertama kali ditemukan di Sulawesi pada lima ribu tahun yang lalu.

"Hal ini terus berkembang menjadi inovasi kreatif yang bertahan lama dalam kelangsungan pertanian kita. Dari mengukur air dengan bambu dalam sistem subak Bali serta membangun lumbung yang efektif di Rangkiang dalam budaya Minangkabau, yang membuktikan Indonesia diberkahi oleh kreativitas sejak zaman dahulu kala," katanya.

Kreativitas ini, lanjut Sandiaga, perlu dikembangkan dengan mengedepankan akar-akar tradisi dan budaya Indonesia, agar pengembangan kreativitas para pelaku wisata dan ekonomi kreatif semakin maju.

"Hal yang baik tentang proses kreatif adalah bahwa ide-ide kreatif selalu merupakan proses yang berkelanjutan, dengan ribuan atau bahkan jutaan penyesuaian hingga mencapai kesempurnaan, sehingga mewakili akar budaya kita secara keseluruhan," katanya.

Sandiaga juga menuturkan pihaknya memiliki beberapa program untuk mengembangkan kreativitas para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air.

Di antaranya program bedah desain kemasan kuliner Nusantara (BEDA’KAN), program aksilarasi (aksi selaras sinergi), dan berbagai program inkubasi.

"Program-program ini bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia untuk memunculkan ide-ide yang merayakan akar budaya bangsa, sekaligus memperluas peluang dan menciptakan ekosistem kreatif di masa yang akan datang," ujar Sandiaga.

Selain program-program tersebut, katanya, pihaknya juga berusaha membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Dengan demikian, produk dan jasa dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif semakin berkembang ke arah yang lebih baik," ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf Ika Kusuma Permanasari menambahkan acara ini juga bertujuan untuk mempromosikan UN Resolution of International Year of Creative Economy for Sustainable Development yang jatuh pada 2021.

"Momentum ini juga patut dimanfaatkan untuk memperkuat keselarasan pembangunan berkelanjutan ekonomi kreatif pada 2030," ujarnya. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Awal Juni, Borobudur dan Prambanan kembali dibuka
23 May 2020 | 07:47:11
PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional taman wisata candi beserta fasilitasnya pada awal ...
Back to top
Must Read
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved