Penerbangan langsung dari Kamboja, jadi kendala wisman ke destinasi wisata

Ditulis 18 Okt 2018 | 08:21:27
Penerbangan langsung dari Kamboja, jadi kendala wisman ke destinasi wisata
Pantai Sanur, Bali (dok)

Kamboja  (IndiTOURIST)  - Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan dan Wisata (Asita)  Kamboja Chhay Sivlin mengungkapkan bahwa mereka berminat terhadap destinasi wisata unggulan yang ditawarkan Indonesia. 

Chhay Sivlin dalam acara misi penjualan destinasi wisata unggulan yang digelar Kementerian Pariwisata dan pelaku bisnis pariwisata dari Indonesia di Hotel Raffles le Royal Phnom Penh, Kamboja pada minggu lalu, menyebutkan Indonesia sudah dikenal masyarakat Kamboja sejak lama. 

"Saat ini yang diminati masyarakat Kamboja antara lain wisata bulan madu," kata Ketua Asita Kamboja atau Cambodia Association of Travel Agent (CATA) itu. 

Salah satu kendala yang ada saat ini adalah tidak adanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Kamboja dan sebaliknya. 

Acara misi penjualan yang diikuti delapan penjual paket wisata dari Indonesia itu dihadiri puluhan calon pembeli dari pelaku bisnis pariwisata Kamboja.  Hadir juga dalam kesempatan itu Deputi Direktur Urusan Pariwisata Kementerian Pariwisata Kamboja,  Hui Seilla.

Juga hadir Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Sudirman Haseng dan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Masruroh.

Masruroh menyebutkan Pemerintah Indonesia saat ini fokus mengembangkan 10 destinasi unggulan yakni Bandung, Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Makassar, Lombok dan Banyuwangi.

Sementara itu delapan pelaku bisnis pariwisata yang berpartisipasi dalam misi penjualan di Kamboja yaitu; Chacha Tour & Travel (Yogyakarta); Bali Dream (Bali beyond); Absolute Indonesia DMC (Bali beyond).

Selain itu Bali Flores Adventure (Bali beyond); Bhara Tours (Jawa Barat); dan Grand Keisha by Horison Hotel Jogja (Yogyakarta), Lisa Tour and Travel Yogyakarta dan ATA Tour Yogyakarta. 

Setelah dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar dan suguhan 

Tari Tifa dari NTT oleh tiga penari,  acara dilanjutkan dengan presentasi mengenai destinasi wisata unggulan Indonesia. 

Presentasi disampaikan oleh Shelly Henry dari Chacha Tour & Travel (Yogyakarta) dan Paul Edmundus Tallo dari Bali Flores Adventure.

Setelah itu dilakukan pertemuan bisnis (table top) atau "B to B meeting" antara penjual dari Indonesia antara pembeli dari Kamboja. 

Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng,  Ketua CATA Kamboja Chhay Sivlin dan Deputi Direktur Urusan Pariwisata Kementerian Pariwisata Kamboja,  Hui Seilla sempat memberikan sambutan dalam acara itu. 

Acara misi penjualan destinasi wisata unggulan Indonesia itu ditutup dengan makan malam dan pemberian hadiah perjalanan wisata kepada para pembeli paket wisata dari Kamboja. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved