Perlu inovasi tingkatkan produksi ulos

Ditulis 21 Feb 2021 | 07:39:11
Perlu inovasi tingkatkan produksi ulos
Kain Ulos, Budaya Toba (Ilustrasi)

Medan (IndiTOURIST) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendorong para pengrajin ulos di Provinsi Sumatera Utara terus berinovasi untuk meningkatkan produksi. 

"Ini adalah keahlian yang harus kita kemas untuk dapat memberikan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Sandiaga juga telah melihat langsung para pengrajin ulos di Kampung Ulos di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi pada Jumat usai meresmikan aplikasi layanan promosi visitdairi.com di kawasan Taman Wisata Iman (TWI) di Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Ia mengatakan keahlian para penenun di kampung tersebut merupakan suatu berkah. Mereka diberkati agar mampu secara mandiri dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ia mencanangkan program one village one creative product atau satu desa satu produk kreatif untuk menjadikan ulos sebagai produk kreatif yang dapat membuka lapangan kerja, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan saat berkunjung ke Danau Toba khususnya Kabupaten Dairi.

“Kita harus mencari inovasi dan kreativitas apa yang dibutuhkan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi, paling tidak 50 persen sehingga pendapatan meningkat. Serta mendorong program one village one creative produk,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menjelaskan kampung ulos terdiri dari lima desa yang memiliki 400 pengrajin ulos yang bekerja setiap hari menenun kain.

"Semula masyarakat menenun untuk ulos adat dimana ulos tersebut banyak dipesan oleh masyarakat di kabupaten lain seperti Simalungun, Karo, dan lainnya termasuk ulos Pakpak dan ulos Toba. Namun dari waktu ke waktu belum bisa membawa kesejahteraan yang tinggi bagi para penenun," ujarnya.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Dairi mengambil inisiatif melakukan diversifikasi produk, dari yang awalnya para penenun membuat ulos hanya dikonsumsi saat upacara adat, kini mereka juga membuat ulos yang dapat digunakan dalam semua kesempatan.

"Langkahnya dengan cara mencari benang-benang yang lebih halus dan lebih stylish agar dapat diproduksi menjadi produk yang lebih fashionable," katanya.

Para penenun di Kampung Silahisabungan mewarnai benang menggunakan pewarna alami, yang berasal dari tanaman-tanaman endemik di sana. Cairan hasil perasan tumbuhan direbus, lalu benang dicelup ke dalamnya berulang-ulang hingga merata dan maksimal.

"Kami ingin masuk kepada pasar negara-negara yang sangat peduli kepada pelestarian lingkungan. Kami juga ingin memastikan Danau Toba tetap tinggi airnya dan tanaman tetap terjaga, karena selama ini pengrajin memanfaatkan pewarna alam dari tanaman yang berada di sekitar Danau Toba," katanya. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Awal Juni, Borobudur dan Prambanan kembali dibuka
23 May 2020 | 07:47:11
PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional taman wisata candi beserta fasilitasnya pada awal ...
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved