Pramuwisata di Pekanbaru perlu tambah penguasaan bahasa asing

Ditulis 11 Okt 2019 | 07:22:43
Pramuwisata di Pekanbaru perlu tambah penguasaan bahasa asing
Istana Siak (dok)

Kota Pekanbaru (I(ndiTOURIST) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Riau meminta penguasaan bahasa asing 90 pemandu wisata di Kota Pekanbaru ditambah dengan bahasa Arab, Jepang dan Thailand karena daerah itu banyak dikunjungi wisatawan asal tiga negara tersebut.

"Pengelola wisata harus bersinergi dengan pemerintah, untuk terus memperbaharui keterampilan dan keahlian para pemandu wisata di Riau, khususnya Pekanbaru, sekaligus meningkatkan kepuasaan wisatawan yang berkunjung ke daerah ini," kata Ketua Asita Provinsi Riau, Dede Firmansyah.

Menurut dia, peningkatan kualitas SDM pemandu wisata bisa dilakukan melalui upaya Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru ataupun Provinsi Riau, dengan memberikan pelatihan ataupun lokakarya untuk pemandu wisata yang lebih banyak lagi.

Ia mengatakan penguasaan bahasa asing tambahan selain bahasa Inggris bagi pemandu wisata atau pramuwisata (guide) diperlukan lebih untuk meningkatkan kepuasan wisatawan itu karena pada hakikatnya pemandu wisata adalah seseorang yang menemani, memberikan informasi dan bimbingan serta saran kepada wisatawan dalam melakukan aktivitas wisatanya.

"Aktivitas yang bisa didampingi oleh pemandu wisata antara lain mengunjungi objek dan atraksi wisata, berbelanja, makan di restoran, dan aktivitas wisata lainnya dan untuk itu ia memang mendapatkan imbalan tertentu dari wisatawan atas jasanya," katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Pekanbaru, Evy Rukniyanti menambahkan, pelatihan yang diselenggarakan oleh Bidang Promosi Pemasaran Pariwisata ini adalah pelatihan pemandu wisata buatan (Theme Park).

Pelatihan yang melibatkan 70 peserta berasal dari pemandu wisata berkuda, taman bunga, hayday, agrowisata, kampung kelinci, rumah tenun Melayu, pengelola ruang terbuka hijau dan rumah kreatif budidaya jamur.

"Semua peserta yang kami undang berdomisili di Kota Pekanbaru, mereka pemilik dan pengelola destinasi," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Pekanbaru, Evy Rukniyanti.

Peserta pelatihan mendapatkan pembekalan tambahan dari sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi kepariwisataan, dan budayawan Riau, di antaranya Ketua GenPi Kota Pekanbaru, dr Rahmansyah, Ketua HPI Kota Pekanbaru, Muhammad Taufik. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Muara Takus, Candi di Riau, Wisata Riau
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved