Program KAWAN direkomendasikan Kemenpar pada Festival Arsitektur Nusantara

Ditulis 20 Mar 2019 | 05:11:22
Program KAWAN direkomendasikan Kemenpar pada Festival Arsitektur Nusantara
Bandara Banyuwangi (dok)

Banyuwangi (IndiTOURIST) - Kementerian Pariwisata merekomendasikan program Kampung Wisata Arsitektur Nusantara (Kawan) untuk digagas pada Festival Arsitektur Nusantara yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis-Jumat, 14-15 Maret 2019 lalu.

“Program ‘Kawan’ akan sangat menarik karena menata pariwisata berbasis arsitektur,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman.

Menurut dia, festival kali ini sangat tepat dijadikan untuk mewujudkan program tersebut karena sebagai tempat berkumpulnya para arsitek kondang asal Tanah Air.

Harapannya, kata dia, program “Kawan” akan menjadi contoh kabupaten-kabupaten atau daerah lain di Indonesia sekaligus sumber inspirasi bagi arsitek.

“Semoga dari tempat pariwisata paling top ini, di Banyuwangi ini, tergagas inovasi baru sebuah destinasi pariwisata lokal yang didesain arsitek nusantara dengan mengutamakan kearifan lokal,” ucapnya mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya yang berhalangan hadir karena harus mendampingi Presiden Jokowi di Pulau Bangka.

Sementara itu, Festival Arsitektur Nusantara dibuka secara resmi melalui penabuhan rebana serempak oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, sejumlah perwakilan Kemenpar, pejabat Forpimda Banyuwangi serta beberapa arsitek peserta festival.

Sekitar 175 arsitek seluruh Indonesia mengikuti festival yang merupakan komitmen Banyuwangi mendukung pengembangan kekayaan arsitektur lokal.

“Di Banyuwangi arsitektur merupakan bagian penting dari pembangunan dan kami menitipkannya sebagai produk kebudayaan kepada kemajuan ekonomi yang sedang berlangsung,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Di sela sambutannya, ia memaparkan bangunan-bangunan yang merupakan karya sejumlah arsitek ternama, seperti Andramatin yang mengarsiteki Terminal Bandara Banyuwangi, Hotel Blambangan, Hotel Osing, Musholla Pendopo, New Rth Sayuwiwit hingga Terminal Pariwisata Terpadu.

Selain itu, arsitektur bangunan karya Budi Pradono, antara lain Grand Watudodol, Stadion Diponegoro dan Dormitory Athlete, lalu arsitek Yori Antar yang mendesain bangunan RTH Kedayunan hingga Pulau Merah, kemudian arsitek Adi Purnomo dengan bangunan “Guest House” Rumah Jabatan Bupati Banyuwangi serta Pendopo Sabha Swagatha.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Anas juga menyampaikan program inovasi dan kebijakannya selama menjadi orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi, antara lain “Smart Kampung”, program angkat anak muda putus sekolah (Garda Ampuh), Beasiswa Kuliah Gratis hingga lulus perguruan tinggi, Siswa Asuh Sebaya, Tabungan Pelajar, hingga bantuan uang transport dan uang saku.

Festival arsitektur tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) PT Propan Raya dan Arsitek Muda Banyuwangi (AMB).

“Banyuwangi beruntung karena arsitek-arsitek papan atas yang karyanya sudah lintas negara mau ikut terlibat dalam pengembangan di sini,” katanya. (ak/Ant)

Komentar
Smartfren 2019
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Wisata Lampung, Pasir Putih, Wisata Serambi Sumatera
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved