Pungli Hambat dan Rusak Perkembangan Pariwisata

Ditulis 02 Aug 2017 | 08:32:16
Pungli Hambat dan Rusak Perkembangan Pariwisata
Masjid Raya Medan (dok)

Medan (IndiTOURIST) - Akademisi ilmu hukum Universitas Sumatera Utara Prof Dr Syafruddin Kalo menyebutkan bahwa pemalakan atau praktik pungutan liar (pungli) di lokasi pariwisata, menghambat pembangunan dan pengembangan kepariwisataan daerah.

"Pungli yang dilakukan sekelompok pemuda sangat disesalkan, karena tidak hanya merugikan pengelola lokasi pariwisata, tetapi juga wisatawan dan masyarakat," katanya.

Sehubungan dengan itu, menurut dia, aksi premanisme atau pemalakan di tempat-tempat wisata di sejumlah daerah Provinsi Sumut harus diberantas hingga ke akar-akarnya sehingga tidak sampai mengganggu perekonomian masyarakat.

"Keberhasilan pembangunan pariwisata di daerah, sangat menentukan kemajuan perekonomian masyarakat," ujar Syafruddin.

Ia menyebutkan, kutipan liar yang banyak terjadi, misalnya, di objek wisata Puncak Hoza, Desa Kampung Yaman, Aek Natas, Kabupaten Labuhan Batu (Labura), Sumut, mengakibatkan kebangkrutan pihak pengelola.

Oleh karena itu, katanya, Dinas Pariwisata Labura harus bekerja sama dengan Polres setempat untuk menertibkan praktik pungli yang merugikan pengelola objek wisata, dan para pengunjung.

"Yang namanya tempat wisata di manapun berada, harus aman, tenang, tertib dan tidak meresahkan masyarakat setempat maupun pengunjung," ucapnya.

Syafruddin menambahkan, aksi premanisme yang terjadi di objek wisata Puncak Hoza, harus diberantas oleh aparat keamanan, jangan sampai sepeti dibiarkan merajalela.

Wisatawan yang diperas oleh sekelompok pemuda di lokasi wisata, dapat melaporkan peristiwa tersebut ke polsek atau polres.

Pengelola objek wisata Puncak Hoza, Desa Kampung Yaman, Aek Natas, Kabupaten Labura, terancam gulung tikar akibat banyaknya pungli yang dialaminya.

Praktik pemerasan itu sudah berlangsung cukup lama dan tidak ada penertiban yang dilakukan pihak berwajib, sehingga seolah-olah terjadi pembiaran.

Praktik pungli atau "pemalakan" di lokasi objek wisata tersebut, tidak hanya dialami pengusaha, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu.

Ditutupnya objek wisata itu, juga merugikan pekerja yang selama ini membantu pengusaha tersebut. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Waspada dan Jaga Keluarga Saat Liburan Lebaran
28 Jun 2017 | 07:21:33
Pengelola Taman Impian Jaya Ancol mengimbau masyarakat yang mengunjungi area rekreasi itu untuk saling menjaga anggota keluarganya agar tidak ...
Wisata Buat Manula 05 Aug 2016 | 01:19:01
Back to top
Must Read
Kapal Yacht, Wisatawan Mancanegara
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved