Rumah penginapan di Mandalika Lombok di biayai Kemenparekaf-SMF

Ditulis 29 Okt 2019 | 07:20:11
Rumah penginapan di Mandalika Lombok di biayai Kemenparekaf-SMF
Pantai Mandalika (dok)

Mataram (IndiTOURIST) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan PT Sarana Multigriya Finansial/SMF (Persero) bermitra dalam hal pembiayaan pengembangan rumah penginapan (homestay) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kemitraan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian penyaluran program Kemitraan Pembiayaan Homestay oleh Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman, dan Ketua BUMDes Putri Nyale, Emur, di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah minggu lalu.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemanparekraf, Anneke Prasyanti, Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenparekraf, dan Nurwan Hadiyono, Kasubdit Kekayaan Negara Dipisahkan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan Muhamad Nahdi.

"Desa Kuta, Mandalika, dipilih sebagai salah satu kawasan yang diberikan pembiayaan karena bagian dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP)," kata Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman.

Ia mengatakan penandatanganan perjanjian pembiayaan tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Pelaksanaan Dukungan Pembiayaan Pondok Wisata di 10 DPP yang sebelumnya sudah ditandatangani antara Kemenpar dan PT SMF, di Jakarta, pada 9 Agustus 2019.

Penyaluran program kemitraan kepada masyarakat di Desa Kuta, Mandalika, dilakukan melalui lembaga penyalur dan pemberdayaan lembaga penyalur pada area DPP.

Di dalam prosesnya, Kemenparekraf dan SMF melakukan pendampingan kepada lembaga penyalur dalam rangka peningkatan kapasitas dan peningkatan peran serta masyarakat setempat.

Trisnadi menambahkan program pembiayaan rumah penginapan adalah bagian dari komitmen SMF membantu program pemerintah mengembangkan destinasi wisata nasional.

"SMF berharap masyarakat dapat memanfaatkan pembiayaan homestay ini untuk membangun/memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik dan menciptakan lapangan kerja," katanya.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemenparekraf, Anneke Prasyanti menjelaskan, alasan pemilihan desa penyangga KEK Mandalika, salah satunya Desa Kuta sebagai lokasi yang akan difasilitasi pembiayaannya sesuai hasil survei yang telah dilakukan di 10 DPP, terutama menyangkut potensi pariwisata di dalamnya.

"Apalagi Mandalika akan menjadi tuan rumah MotoGP pada 2021, pasti kebutuhan penginapan juga akan meningkat. Lebih baik masyarakat sekitar yang ambil kesempatan agar terkena dampak positifnya," ujarnya.

Menurut dia, rumah penginapan adalah usaha yang mudah dan murah karena memanfaatkan hunian pribadi. Oleh sebab itu, Pemanfaatan dana program kemitraan tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan/pembangunan rumah penginapan yang kriterianya melekat dengan ciri khas rumah Lombok.

Anneka mengatakan masyarakat harus bangga dengan budayanya, aplikasinya bisa dalam bentuk hunian dan segala hal yang melengkapinya, sehingga setiap rumah penginapan dan ekosistemnya nanti memiliki ciri khas masing-masing.

"Di Lombok misalnya, bentuk rumahnya berbeda dengan rumah di destinasi lain, berikut aktivitas dan kulinernya. Hal itu yang menjadi nilai jual bagi wisatawan dan akan menjadi pemenuhan salah satu poin dari Sapta Pesona, yaitu kenangan," katanya.

Ketua BUMDes Putri Nyale Desa Kuta, Emur, mengatakan pihaknya menerima baik program kredit kemitraan yang ditawarkan dan akan bersinergi dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam rangka penyaluran pembiayaan dari SMF kepada para pengelola rumah penginapan.

Ia juga berharap adanya pembinaan dan pengawalan lebih lanjut untuk menggulirkan dana yang diterima secara tepat guna.

"Kami sangat senang. Program ini sangat bermanfaat dan menguntungkan bagi masyarakat. Kami juga mengharapkan adanya pengawasan sehingga pada saat penyaluran dana akan berjalan lancar," ucap Emur.

Pengembangan rumah penginapan di destinasi pariwisata ini selaras dengan amanat Presiden Republik Indonesia yang mengharapkan bahwa pariwisata Indonesia dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi sektor strategis dan pilar pembangunan perekonomian nasional.

Selain itu, pariwisata Indonesia juga diharapkan dapat mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara sebesar 275 juta perjalanan pada tahun 2019 ini.

Pada 11 Februari 2019, sebagai langkah awal Kemenpar dan SMF telah melakukan penyaluran program Kemitraan Homestay bekerja sama dengan BUMDes di dua destinasi wisata lain, yakni Desa Wisata Samiran, Jawa Tengah, dan Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Bandara Lombok, Wisatawan NTB, Wisata Lombok
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved