Wisata Sumatera Barat

Sawahlunto, Wisata Tambang Tempo Dulu

Ditulis 24 Jan 2015 | 22:49:03
Sawahlunto, Wisata Tambang Tempo Dulu
Sawahlunto (Foto : Dokumentasi)
Latar Belakang dan Sejarah

Sawahlunto di Sumatera Barat punya coretan sejarah yang panjang. Kota yang diapit Bukit Barisan ini dahulunya daerah penambangan batu bara.   Kini kota ini tengah membenahi sektor pariwisata. Hotel, museum, tempat rekreasi dan bangunan-bangunan tua di kota ditata apik siap menyambut turis baik domestik maupun asing.

Sejarah Sawahlunto sebagai kota tambang dimulai pada tahun 1858, ketika peneliti Belanda C. De Groot van Embden mengunjungi daerah ini untuk mencari batubara. Upaya Van Embden kemudian dilanjutkan oleh Willem Hendrik de Greve pada tahun 1867 dan segera setelah itu, ia menemukan setidaknya 200 juta ton batubara tersembunyi di bawah Sawahlunto.

Produksi batubara di Sawahlunto dimulai pada 1892 dan penambang mulai membangun tempat tinggal. Setelah kemerdekaan, pertambangan batubara dan produksi di Sawahlunto diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Perusahaan pertambangan Belanda, Ombilin, dinasionalisasi dan menjadi PT Bukit Asam.

Penambangan berlanjut sampai akhir 1990-an dan sama seperti sumber daya alam lainnya, batubara di Sawahlunto akhirnya habis. Bukit Asam memutuskan untuk menghentikan semua kegiatan operasional pada tahun 1998. pekerja mereka diangkut ke daerah tambang lain. 7.000 keluarga meninggalkan kota tidak lama setelah tambang tutup. Banyak yang meramalkan bahwa tidak ada yang akan menghuninya setelah tahun 2005.

Namun pemerintah Sawahlunto kemudian mengambil langkah berani menggeser kota untuk fokus pada pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi.

Daya Tarik

Sawahlunto memiliki banyak peninggalan dari zaman kolonial yang masih terpelihara dengan baik. Gedung-gedung pemerintahan masih bergaya Belanda. Namun di beberapa bangunan, tidak lupa ditinggalkan pula bentuk bagonjong yang menjadi bentuk atap khas ranah Minang.

Yang pertama harus anda kunjungi adalah Kantor Bukit Asam. Tadinya merupakan kantor perusahaan tambang Bukit Asam unit Penambangan Ombilin. Kantor yang masih berarsitektur Belanda, dibangun di jantung kota sekaligus sebagai ikon Sawahlunto.

Berlanjut menuju Gedung Societeit atau Gluck Auf yang berada persis di depan Hotel Ombilin yang historis. Pada masa kolonial, gedung ini disebut juga Rumah Bola karena merupakan tempat bermain bowling dan billiard para pejabat Belanda. Setelah direvitalisasi oleh pemerintah daerah, akhirnya gedung ini beralihfungsi sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto.

Beberapa peninggalan sisa kejayaan penambangan batu bara masih ada disini. Lubang Mbah Soero merupakan lobang tambang pertama di Sawahlunto. Lokasinya berada di Lembah Soegar. Sejak tahun 2007 lobang ini dibuka untuk dijadikan wisata menelusur terowongan tambang dengan nama Lubang Mbah Soero.

Silo merupakan tempat penyimpanan batu bara. Bentuknya seperti tabung raksasa. Jika Anda datang dari arah Batu Sangkar, tiga silo besar akan menyambut begitu memasuki kota. Sekaligus sebagai ikon kota.

Penelaahan akan masa lalu Sawahlunto bisa Anda perdalam di Museum Tambang Batu Bara. Anda bisa melihat jejak aktivitas kegiatan penambangan batubara di Sawahlunto. Ada peralatan tambang batubara, arsip, kostum penambang, kendaraan pengangkut batu bara, foto lama tempo dulu, audio visual, alat kerja penambang, hingga mesin pemilah batubara. Bangunannya sendiri merupakan salah satu gedung bersejarah karena sempatmenjadi rumah peristirahatan Mantan Presiden RI Soeharto.

Tak hanya sekedar wisata, menyambangi Sawahlunto wisatawan wajib menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh dan berbelanja kain silungkang di Jalan Lintas Sumatera ruas Sawahlunto-Solok.

Di sana berjejer butik, toko dan juga pabrik kain tenun khas silungkang. Salah satunya adalah Toko Tenun dan Songket Silungkang di Dusun Lubuk Nan Gadang Silungkang III, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto.

Transportasi

Di Kota Padang, Lubuk Begalung atau yang sering disebut Lubek, menjadi tempat pusatnya jasa travel kendaraan umum dari Padang menuju berbagai kota di Sumatera Barat. Anda tinggal menaiki travel menuju Sawahlunto.

Sawahlunto terletak sekitar 95 kilometer dari kota Padang. Jalan terdekat yang biasa ditempuh dari Padang adalah melalui kota Solok. Kemudian mengikuti jalan lintas Sumatera menuju Pulau Jawa. Jarak dari Solok hingga Persimpangan Muaro Kalaban di kecamatan Silungkang sekitar 20 Km.Untuk menuju Pusat Kota Sawahlunto dari Simpang Muaro Kalaban, terlebih dahulu harus melewati bukit di bagian Timur Sawahlunto.  

Jika dari Bukittinggi, menuju Kota Sawahlunto bisa melewati Batusangkar. Jarak antara Batusangkar-Sawahlunto sekitar 40 Km.

Akomodasi

Hotel Ombilin Heritage di Jl. M. Yamin Pasar Remaja menjadi hotel tertua di kota. Dahulu, dijadikan penginapan para ahli tambang yang didatangkan Belanda. Hingga saat ini pun nuansa arsitektur Belanda masih sangat kental. Keberadaan hotel ini menjadi salah satu pusat kota Sawahlunto.

Selain itu, banyak pilihan penginapan berupa hotel dengan harga yang sangat variatif. Sawahlunto juga mengembangkan akomodasi homestay dengan memberdayakan rumah-rumah penduduknya.

Kuliner

Kuliner andalan di Sawahlunto adalah Dendeng Batokok. Makanan ini terbuat dari irisan daging sapi yang  tipis dan lebar. Setelah daging diiris tipis melebar lalu dipukul-pukul dengan batu cobek supaya dagingnya menjadi lembut. Dan kemudian makanan ini diberi cabai hijau ataupun merah yang diiris kasar.

Tips

Saat mengunjungi museum jangan lupa untuk meminta pemandu dari museum memberikan penjelasan terkait sejarah menarik aktivitas penambangan batubara di Sawahlunto. Minta izin pula untuk dapat menyaksikan film singkat di ruangan khusus yang tersedia.

Sawahlunto dalam foto : http://www.indowisata.co/photo/sawahlunto-wisata-tambang-tempo-dulu.html

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Wisata Sumbar, Wisata Padang, Pulau Pasumpahan, Wisata Malinkundang, Padang tourism, Pasumpahan beach
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved