Seimbangkan dana investasi, pajak bandara akan naik

Ditulis 06 Okt 2018 | 07:37:25
Seimbangkan dana investasi, pajak bandara akan naik
Dirut AP II, Muhammad Awaluddin (dok)

Jakarta (IndiTOURIST) - Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau yang sering disebut pajak bandara (PSC) akan segera mengalami kenaikan, terutama untuk bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

“PJP2U tadi di bahas dalam waktu dekat akan dilakukan suatu settlement dengan sesuatu harga tertentu, kita akan finalisasi dalam waktu dekat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman minggu lalu.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan penyesuaian tarif PJP2U untuk menyeimbangkan biaya yang digelontorkan untuk investasi.

“Karena bandara-bandara yang kita usulkan untuk disesuaikan PSC-nya adalah bandara yang sudah kita investasi dalam belanja modal dua hingga tiga tahun terakhir,” katanya. Ia tidak menyebutkan usulan kenaikan PJP2U, namun akan disesuaikan dengan inflasi.

“Kita yang mengajukan, konsultasinya kita dan dievaluasi. Salah satu yang diukur adalah dampaknya ke inflasi. Kalau dampaknya ke inflasi cukup tinggi, catatan pemerintah ‘kan sangat ‘strongly recommended'," katanya. Awaluddin berjanji dengan kenaikan PJP2U, maka mutu pelayanan juga akan meningkat.

“Sehingga konsepnya bahwa apa yang sudah kita investasi dan dibantu pemerintah disesuaikan tarifnya, kita kembalikan besaran yang dapat atau pendapatan kembalikan lagi menjadi investasi peningkatan mutu,” 

Karena, lanjut dia, bandara yang sudah ditanam modalnya itu, perlu ada perbaikan serta pemeliharaan. “Ada investasi ulang dan kita ga bisa investadi lagi kalau penyesuaian tidak dilakukan,” katanya. 

Konsep yang dilakukan Awaluddin yaitu subsidi silang, yaitu bandara dengan ebitda negatif ditutupi dengan bandara dengan ebitda positif.

Bandara-bandara yang diusulkan untuk dinaikkan PJP2U, yaitu bandara dengan ebitda negatif.

“Tadi kami usulkan beberapa bandara yang memang ebitdanya negatif. Kenapa bisa negatif Karena tidak seimbang antara investasi kita dengan yang kita dapat dengan pendapatan kita,” katanya.

Meskipun, Awaluddin mengaku bahwa yang didapat tidak begitu banyak karena pihaknya mendapatkan pelimpahan bandara-bandara Kemenhub, seperti Bandara Belitung, Pontianak, Banyuwangi dan sebagainya.

Ia mengusulkan seluruh bandara dilakukan penyesuaian PJP2U, kecuali Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (ak/Ant)

Komentar
Smartfren 2019
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved