Perlu adanya sertifikasi Indonesia Care di industri wisata Aceh

Ditulis 06 Okt 2020 | 08:03:21
Perlu adanya sertifikasi Indonesia Care di industri wisata Aceh
Masjid Baiturrahman (dok)

Jakarta (IndiTOURIST) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku pariwisata yang bergerak di bidang hotel dan restoran di Aceh agar menerapkan sertifikasi Indonesia Care.

Direktur Kelembagaan Kemenparekraf Reza Fahlevi, Jumat, mengungkapkan, sertifikasi bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan berkunjung ke Aceh setelah ada pengakuan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Kita memerlukan sertifikat yang menandakan pengakuan bagi suatu usaha yang telah memenuhi standar kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (CHSE),” kata Reza.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan platform daring untuk pendaftaran sertifikasi yang akan dibuka mulai Oktober 2020.

Proses sertifikasi ini, lanjut Reza, akan diawali dengan pengisian formulir self assessment oleh pengelola hotel dan restoran sebagai bentuk penilaian awal atas penerapan protokol kesehatan pada usaha yang dikelolanya.

“Jadi setelah ketentuan tersebut sudah dipenuhi, pelaku usaha dapat men-declare-kan diri telah memenuhi semua protokol kesehatan. Nanti kemudian akan kami turunkan tim dari lembaga sertifikasi untuk mengaudit, dalam hal ini Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata, dan itu semua gratis karena biaya ditanggung Kemenparekraf,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Jamaluddin menilai penerapan protokol kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan masyarakat.

“Kami harap pelaku usaha di bidang pariwisata seperti perhotelan, kuliner, dan pemilik toko suvenir dapat menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan,” kata Jamaluddin.

Sementara Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin menceritakan pengalamannya saat terkonfirmasi positif COVID-19 beberapa waktu lalu.

“Protokol kesehatan ini adalah cara kita melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita agar tidak tertular COVID-19. Jadi selalu gunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman,” ucap Zainal.

Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Pudin Saepudin menuturkan, para pengelola hotel dan restoran perlu menjaga kebersihan tempat yang dikelolanya dan menyemprotkan disinfektan secara berkala. Selain itu juga mengutamakantransaksi nontunai.

“Jadi upayakan menerapkan transaksi elektronik menggunakan QR Code untuk mengurangi kontak fisik antara pelanggan dan karyawan hotel,” ujar Pudin. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Awal Juni, Borobudur dan Prambanan kembali dibuka
23 May 2020 | 07:47:11
PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional taman wisata candi beserta fasilitasnya pada awal ...
Back to top
Must Read
Wisata aceh, pulau weh, Aceh tourism, weh island, pariwisata aceh, wisata NAD, NAD tourism
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved