Strategi Promosi Pariwisata

Sistem Online, Permudah Yacht Masuk Indonesia

Ditulis 10 Feb 2015 | 14:00:05
Sistem Online, Permudah Yacht Masuk Indonesia
Yacht yang diharapkan bisa mendorong target kunjungan 20 juta wisman

Selain mempercepat perizinan lewat sistem online, pemerintah juga akan memperpanjang izin tinggal bagi para yachter yang sebelumnya selama 3 bulan menjadi enam bulan.

 

Batam (indiTOURIST) – Salah satu bentuk komitmen Kementerian Pariwisata dalam rangka meningkatkan sektor wisata Indonesia adalah dengan cara mempermudah perizinan bagi wisman yang masuk Tanah Air.  Begitu pula bagi para pemilik YACHT atau kapal wisata dari luar wilayah Indonesia.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, proses perizinan belum efektif dan efisien lantaran para Yachter saat ini masih membutuhkan waktu lama hingga 8 hari untuk mengurus izin masuk.  “Harapannnya nanti dua jam sudah selesai,” katanya saat meninjau Nongsa Point and Marina di Batam.

Arief menjelaskan, rencananya ke depan pemerintah akan mengadopsi sistem online untuk mengurus perizinan yang dinamakan Clearance Approval for Indonesian Territory (CAIT Online).  Saat ini rencana tersebut sedang digodok Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri. 

Dijelaskannya pula, selain mempercepat perizinan lewat sistem online, pemerintah juga akan memperpanjang izin tinggal bagi para yachter yang sebelumnya selama 3 bulan menjadi enam bulan.  “Untuk mengurus izin, bisa dilakukan di titik imigrasi mana saja,” tegasnya. 

Menurut Arief Yahya, sektor wisata layar di Indonesia terbilang cukup kompetitif dengan negeri tetangga.  Dijelaskannya, kalau di Singapura tarif parkir untuk yatch per bulannya mencapai 1.000--1.500 dolar Singapura, di Indonesia hanya sekitar 500 dolar Singapura.  "Ribuan yatchter memarkir kapalnya di Singapura karena peraturan dan birokrasi Indonesia yang tidak kompetitif," katanya.

Sementara, lanjut Arief, peluang untuk menggaet para yachter itu sangat besar karena laut Singapura terbatas dan kebanyakan mereka berlayar menyusuri perairan di Kepulauan Riau dan sekitarnya.  "Oleh karena itu, kita harus mengutamakan pelayanan agar bisa bersaing," imbuhnya.

Dukungan Kemenhub

Program peningkatan sektor pariwisata Tanah Air ini pun mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan.  Kementerian ini berencana akan mengembangan titik labuh kapal wisata yang dikaitkan dengan perizinan lokasi serta pembangunan dan peningkatan kapasitas dermaga.  "Kemenpar telah mengusulkan ke Kemenhub untuk membangun maupun meningkatkan kapasitas dermaga di 38 lokasi titik labuh yacht," kata Arief.

Hingga saat ini Kementerian yang dipimpinnya  bersama stakehoder pariwisata telah mengembangkan 18 rute lintasan kapal yacht dari Papua hingga Sumatera/Sabang.  Pengembangan rute lintasan itu, antara lain dengan membuat event rally, race, dan sail, seperti Sail Raja Ampat, Sail Tomini, Darwin-Ambon Internasional Yacht Rally, dan Sabang Internasional Regatta yang diikuti para yachter internasional belayar dari Phuket (Thailand), kemudian singgah di Langkawi (Malaysia) dan berakhir di Sabang. (AR/Ant)

 

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Kapal Yacht, Wisatawan Mancanegara
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved