Wika garap bandara Sultan Hasanuddin

Ditulis 22 Feb 2019 | 07:16:33
Wika garap bandara Sultan Hasanuddin
Maskapai Sri Wijaya (dok)

Jakarta (IndiTOURIST) - PT Angkasa Pura I  resmi menunjuk PT Wijaya Karya (Wika) Tbk sebagai mitra kontraktor untuk mengerjakan proyek pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

"Minimnya kapasitas merupakan masalah utama yang terjadi di hampir seluruh bandara Angkasa Pura I, termasuk di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi melalui siaran persnya. 

Kapasitas ideal terminal Bandara Sultan Hasanuddin, kata dia, hanya dapat menampung tujuh juta penumpang per tahun. Sementara pada 2018, trafik penumpang bandara ini sudah mencapai 13,5 juta penumpang. "Oleh karena itu pengembangan bandara merupakan solusi mutlak yang harus dilakukan," ujarnya. 

Proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dilakukan mitra kontraktor Wika yaitu perluasan terminal penumpang domestik eksisting ke sisi selatan, gedung parkir, dan akses jalan utama terminal di mana beberapa pekerjaan ini masuk ke dalam pengembangan Tahap I Paket I, sesuai rencana induk pengembangan bandara itu.

Proyek pengembangan yang dilakukan mitra kontraktor Wika ini dimulai sejak diberikannnya surat perintah kerja pada 15 Februari 2019 dengan target selesai pada April 2021. Pada proyek pengembangan ini, terminal eksisting akan diperluas dari 51.815 meter persegi dengan kapasitas tujuh juta penumpang per tahun menjadi  144.480 meter persegi dengan kapasitas 15,5 juta penumpang per tahun.

Proyek pengembangan Tahap I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ini terdiri dari dua paket pekerjaan, yaitu Paket 1 yang terdiri dari pekerjaan revitalisasi terminal eksisting, perluasan terminal eksisting sisi selatan, gedung parkir, akses jalan utama terminal; dan Paket 2 yang terdiri dari pekerjaan pembangunan apron selatan dan apron timur beserta infrastruktur penunjang.

Pengembangan Paket 1 dikerjakan oleh kontraktor dengan nilai Rp2,6 triliun. Sedangkan mitra kontraktor pengembangan Paket 2 dengan nilai proyek sebesar Rp464,2 miliar ini masih dalam proses penetapan di mana nantinya kapasitas apron akan bertambah menjadi 37 dari 34 parking stand.

Ke depannya Bandara Sultan Hasanuddin Makassar akan dikembangkan hingga tahap ultimate. Tahap I dimulai tahun ini, pengembangan Tahap II akan dimulai pada 2024.  Pengembangan Tahap III akan dimulai pada 2034 dengan penambahan kapasitas terminal menjadi 30,8 juta penumpang per tahun dan Tahap IV akan dimulai pada 2044 dengan kapasitas ultimate terminal mencapai 40 juta penumpang per tahun. (ak/Ant)

Komentar
Smartfren 2019
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
reog ponorogo, wisata jawa timur, reog ponorogo tourism
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved