Dataran Tinggi Dieng :

Wisata Eksotis Di Tengah Pulau Jawa

Ditulis 25 Feb 2015 | 12:05:15
Wisata Eksotis Di Tengah Pulau Jawa
Pintu Gerbang Utama Wisata (foto : dok)
Latar Belakang dan Sejarah

Dieng Pletau atau Dataran Tinggi Dieng adalah dataran tertinggi kedua di dunia setelah Nepal yang berada di Ketinggian rata-rata 2.000 m di atas permukaan laut. Pesona alam wilayah ini membuatnya sering didaulat sebagai Surga tersembunyi di Pulau Jawa bahkan sebagai negeri khayangan. Sejuknya udara ditambah panorama yang memukau membuat Dataran Tinggi Dieng sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Provinsi Jawa Tengah.

Secara administrastif, Dataran Tinggi Dieng terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Posisinya yang unik membuat wilayah ini terbagi dalam dua wilayah, yakni Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo dan Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Dieng memiliki makna spiritual yang mendalam bagi mereka yang mendiami pletau ini. Nama ‘Dieng’ sendiri berasal dari gabungan bahasa Sansekerta  "Di" dan ”Hyang” yang artinya tempat tinggi para dewa-dewi. Disini juga ada fenomena unik bernama anak gembel atau anak gimbal. Beberapa anak tertentu akan tumbuh rambut gimbal secara alami saat berumur 1-2 tahun. Menurut kepercayaan setempat, anak gimbal merupakan anugerah dari para dewa sehingga fenomena ini patut disukuri. Jika rambut sang anak dipaksa untuk dipotong tanpa melalui upacara tertentu maka ia akan sakit-sakitan.

Daya Tarik

Ketika menjejakan kaki ke dataran tinggi Dieng Anda akan menemukan kompleks Candi Pandawa. Kompleks Candi yang dibangun pada abad ke-7 masehi ini memiliki 5 candi yaitu: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, dan Candi Sembadra yang memiliki corak Hindu.  Menurut cerita, candi-candi ini dulu digunakan sebagai tempat tinggal para pendeta yang menyebarkan ajaran Hindu.

Candi Arjuna merupakan candi Hindu tertua di Pulau Jawa. Candi Arjuna ditemukan kembali oleh seorang tentara Inggris bernama Van Kinsbergen pada tahun 1814 dan merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa.

Terletak tidak jauh dari kawah sikidang, Anda bisa temui Telaga Warna yang berlokasi di Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar. Telaga ini memiliki daya tarik yang sangat unik, karena air di telaga ini memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi, saat tertimpa cahaya matahari, air di Telaga Warna akan terlihat berwarna-warni. Kadang warnanya akan hijau dilain waktu akan berganti menjadi merah, biru atau jingga.

Persis disebelah Telaga Warna, Anda bisa temukan Telaga Pengilon. Telaga ini sangat bening dan tidak tercampur belerang seperti ‘tetangganya’. Selain itu, jika Anda hobi memancing cobalah sambangi Telaga Merdada yang airnya tidak pernah surut sepanjang tahun. Di Merdada, selain memancing Anda bisa menyewa perahu untuk berkeliling telaga sambil menikmati kedamaian yang ditawarkan telaga.

Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon Anda bisa temui Gua Semar, Jaran dan Sumur yang seringkali digunakan untuk tempat spiritual warga sekitar. Lalu saat pagi menjelang Anda bisa mendaki Bukit Sikunir untuk menikmati keindahan matahari terbit.

Ingin lebih mendalami soal Dieng? Kunjungilah Museum Dieng Kailasa. Disini tersimpan artefak dan memberikan informasi mengenai alam, kebudayaan dan peninggalan arkeologi dari Dieng. Museum ini memiliki panggung terbuka di atas atap museum, serta teater untuk pemutaran film.

Selain wisata sejarah dan alam, Anda bisa saksikan wisata budaya seperti Seni Tari Topeng Lengge, Seni Tari Rampag Yaksa dan Upacara Potong Rambut Gimbal.

Transportasi

Cara termudah untuk mencapai Dieng dari Jakarta dengan transportasi umum adalah dengan menggunakan Bus AC tujuan Wonosobo dari terminal Lebak Bulus. Dari Jogja atau Magelang juga Anda bisa menggunakan Bus menuju Wonosobo. Dari Wonosobo Anda melanjutkan dengan mikrobus ke Dieng dengan membayar Rp. 10.000.

Dengan kendaraan pribadi, Anda menggukan akses jalur Wonosobo-Dieng merupakan akses utama menuju Dieng Plateau.

Akomodasi

Anda bisa menyewa rumah penduduk dengan harga yang relatif murah, atau mencari losmen yang tersebar di daerah Wonosobo. Kebanyakan wisatawan menggunakan Wonosobo sebagai tempat bermalam ketika mengunjungi Dieng. Penginapan bu Djono menjadi tyempat yang populer bagi backpacker dari dalam atau luar negeri. Harga kamar paling murah Rp.75 ribu semalam dengan kamar mandi luar dan yang paling mahal Rp. 150 ribu dengan kamar mandi dalam.

Kuliner

Di daerah Wonosobo Anda bisa mencicipi Mie Ongklok, Mie yang dicampur kol and disiram saos kacang ditambah sate sapi dan tempe kemul.

Purwaceng adalah tanaman herbal yang dijadikan minuman di Dieng. Rasanya sedikit manis dengan aroma ginseng dan jahe yang mendominasi. Konon minuman ini diminum raja-raja Jawa karena membantu menjaga vitalitas tubuh

Tips

Cuaca di Dataran Tinggi Dieng sangat dingin, sekitar 15° Celcius sepanjang hari, Anda wajib hukumnya memakai baju hangat khususnya jika pergi untuk melihat sunrise.

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Pusat informasi turis di Kualanamu resmi dibuka
09 Sep 2018 | 09:01:36
Kementerian Pariwisata meresmikan Pusat Informasi Turis di Bandar Udara Kualanamu untuk memenuhi kebutuhan informasi para wisatawan.
Back to top
Must Read
Istana Kuning
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved