Wow, Bromo bebas kendaraan bermotor

Ditulis 05 Jan 2020 | 07:21:11
Wow, Bromo bebas kendaraan bermotor
Wisata di Bromo

Malang, Jawa Timur (IndiTOURIST) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) akan memberlakukan bebas kendaraan bermotor selama satu bulan penuh pada Wulan Kepitu, atau bulan ketujuh sesuai kalender masyarakat suku Tengger.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru John Kennedie mengatakan bahwa penerapan kebijakan selama satu bulan penuh tanpa kendaraan bermotor tersebut, disesuaikan dengan  kalender masyarakat Tengger, yang akan dilakukan pada 2020.

"Bulan Kepitu pada 2020, bertepatan dengan 23 Januari hingga 25 Februari 2020 dalam kalender Masehi," kata John beberapa waktu lalu.

Wulan Kepitu merupakan bulan yang oleh para sesepuh Tengger dianggap sebagai bulan yang disucikan. Masyarakat Tengger biasa melakukan "Laku Puasa Mutih" pada bulan tersebut, yang bertujuan untuk menahan perilaku, atau sifat keduniawian, dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Untuk menghormati Wulan Kepitu tersebut, kegiatan wisata di Kawasan Bromo tidak diperbolehkan untuk menggunakan kendaraan bermotor, dan kembali pada kesederhanaan, sehingga diharapkan terjadi keselarasan dan jauh dari hiruk pikuk asap kendaraan bermotor.

Nantinya, kendaraan bermotor jenis apapun tidak diperbolehkan memasuki kawasan Laut Pasir Tengger, Savana Telletubies, atau mulai dari pintu masuk Tengger Laut Pasir di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kemudian, pada pintu masuk Coban Trisula, Jemplang, Kabupaten Malang dan pintu masuk Dingklik Penanjakan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

John menjelaskan, untuk kepastian tanggal pelaksanaan bulan bebas kendaraan bermotor di kawasan Bromo tersebut, akan menunggu kepastian tanggal dan informasi dari tokoh masyarakat Tengger. Rencananya, pada 8 Januari 2020, akan dilakukan rapat mengenai hal tersebut.

"Pada 8 Januari 2020 akan dilakukan rapat untuk menentukan kepastian tanggal pelaksanaan bulan bebas kendaraan bermotor itu," kata John.

John menjelaskan, meskipun nantinya ada pemberlakuan hari tanpa kendaraan bermotor selama satu bulan penuh, aktivitas wisata di Kawasan Bromo tetap dibuka. Para wisatawan, bisa menggunakan kuda, berjalan kaki, atau bersepeda.

Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan pada Rapat Koordinasi Pelaku Jasa Wisata yang dilaksanakan pada 4 Mei 2019, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pada pertemuan tersebut diikuti oleh 140 perwakilan dari seluruh pemangku kepentingan.

Para pemangku kepentingan terkait tersebut diantaranya adalah Balai Besar Taman Bromo Tengger Semeru, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, dan dinas terkait dari Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, perwakilan dari dinas terkait Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, asosiasi wisata di Jawa Timur, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), paguyuban jip, paguyuban kuda, dan komunitas-komunitas pecinta alam, termasuk TNI dan Polri. (ak/Ant)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Awal Juni, Borobudur dan Prambanan kembali dibuka
23 May 2020 | 07:47:11
PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional taman wisata candi beserta fasilitasnya pada awal ...
Back to top
Must Read
Wisata Cirebon, Upacara Panjang Jimat, Kuliner Cirebon
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved