Yogya Gallery Gelar Pameran Visual Art Heritage

Ditulis 14 Mar 2017 | 15:32:46
Yogya Gallery Gelar Pameran Visual Art Heritage
Penyelenggaraan Pameran cagar Budaya (dok)

Yogyakarta (IndiTOURIST) – Menggandeng Jogja Gallery, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Komunitas Seniman Borobudur (KSBI 15), dan seni kreatif lokal Lidiah Art dusun Jowahan Borobudur, Balai Konservasi Borobudur menggelar pameran Cagar Budaya dengan tema “Terawang Borobudur Abad X”.   

Mengambil tempat di Jogja Gallery, Yogyakarta, pameran ini akan di gelar sejak 14  hingga 26 Maret 2017.  Dalam sambutannya, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Harry Widianto mengatakan, Candi Borobudur dalam setahun dikunjungi lebih dari 3 juta pengunjung. Ini menjadi sebuah tantangan bagaimana Visitor Management  harus dilaksanakan agar kelestarian Candi Borobudur bisa terjaga.

Ditekankannya, agar semua pihak terkait bisa terus mensosialisasikan nilai-nilai yang ada di Candi Borobudur sehingga masyarakat bisa memaknai keberadaan Candi Borobudur.  Pun Direktur Eksekutif Jogja Gallery Indra Suseno mengungkapkan hal yang sama.  Menurut Indra, Candi Borobudur memiliki kekayaan yang tak ternilai, salah satunya adalah relief alat musik yang terpahat di Candi Borobudur.  

Dijelaskannya, di relief Candi Borobudur terpahatkan 45 alat musik yang tergambar dengan jelas yang berupa alat musik tiup, tabuh, hingga petik. “Bagaimana kayanya bangsa kita bahwa pada abad ke-7 telah memiliki kebudayaan seperti itu” paparnya.

Lewat pameran ini pengunjung diajak memasuki masa penemuan kembali Candi Borobudur yang ditunjukkan dengan sejumlah foto Prasasti Karang Tengah dan Sri Kahulunan yang memuat keberadaan candi Borobudur.

Pihak penyelenggara juga menghadirkan langsung arca Buddha, arca unfinished Buddha, Kala, Relung, sambungan batu hingga beberapa temuan ekskavasi.  Juga termasuk sejumlah produk kerajinan dan industri masyarakat lokal yang terinspirasi candi Borobudur juga ikut ditampilkan seperti alat musik tradisional, batik, sovenir kerajinan tangan, gerabah dan lain-lain.

Hadir dalam prosesi pembukaan antara lain Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo, Dubes Niniek Kun Naryati - Plt Dirjen IDP Kemenlu RI , KSBI 15 Umar, owner sekaligus pengelola Lidiah Art  Nuryanto , Dirsar PT TWC Ricky Siahaan, Direktur Cagar Budaya Kemendikbud Dr. Hari Widianto, serta kelompok aktivis heritage dari Palestina.

Kunjungan Lidiah Art

Menurut rencana rombongan pemerhati Heritage asal palestina ini akan melakukan kunjungan wisata Kerajinan di Lidiah Art Kampung UKM Digital milik Nuryanto, seorang seniman “gila’ yang sukses mengangkat perekonomian masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur.

Menurut Nuryanto, pihaknya akan menawarkan berbagai rangkaian paket wisata seperti paket Wisata Tilik Ndeso di Omah Mbudur, praktek pembuatan relief kaligrafi dari sisa gergaji batu dan juga sisa abu Merapi letusan pada tahun 2010 lalu.  Tak lupa Nuryanto pun menawarkan , wisata Kuliner Tradisional sebagai Makan Siang.

Nuryanto, Pemilik sekaligus Pengelola Lidiah Art dan Omah Mbudur (dok)

Dikatakan Nuryanto, pembuatan relief kaligrafi dari sisa abu gunung Merapi tidak serta merta pihaknya mengharapkan ada abu merapi lagi.  Menurutnya Galleri Lidiah Art sudah menyiapkan pengganti abu Gunung Merapi dengan sisa limbah gergaji batu atau pun bubuk kerang laut.  “Mohon doa nya saja supaya hal ini bisa berhasil”, katanya saat dihubungi IndiTOURIST.  (sg)

Komentar
Photo
Lebih Dekat Dengan Labuan Bajo
01 Okt 2017 | ::
Labuan bajo merupakan salah satu destinasi andalan wisata Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur.  Selain Pulau Komodo, berbagai pulau di Bajo ...
Tips
Waspada dan Jaga Keluarga Saat Liburan Lebaran
28 Jun 2017 | 07:21:33
Pengelola Taman Impian Jaya Ancol mengimbau masyarakat yang mengunjungi area rekreasi itu untuk saling menjaga anggota keluarganya agar tidak ...
Wisata Buat Manula 05 Aug 2016 | 01:19:01
Back to top
©2014 IndiTOURIST.com All Right Reserved